Ekonomi & BisnisKab ManokwariPapua BaratPemprov PBProvinsi Papua Barat

Pariwisata Papua Barat Perkuat Promosi Budaya, Manokwari Diposisikan Sebagai Gerbang Wisata

Keterlibatan berbagai komunitas menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat terus memperkuat strategi pengembangan sektor pariwisata dengan mendorong Manokwari sebagai pintu gerbang utama destinasi wisata di Papua Barat.

Upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan berbagai agenda pariwisata, penguatan kolaborasi dengan komunitas, serta pengembangan potensi budaya sebagai identitas utama daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Papua Barat, Jafar Werfete, S.Sos., M.M., Senin (20/7/2026), mengatakan pengembangan pariwisata tidak dapat hanya mengandalkan penyelenggaraan event pemerintah, tetapi juga harus dibangun melalui sinergi dengan berbagai komunitas, organisasi, dan instansi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pariwisata.

Menurutnya, Dinas Pariwisata saat ini tengah menyiapkan sejumlah agenda untuk menghidupkan aktivitas pariwisata di Manokwari sekaligus memperkuat posisinya sebagai gerbang masuk wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan di Papua Barat.

“Kami sedang menyiapkan berbagai kegiatan untuk terus menghidupkan Manokwari sebagai pintu gerbang destinasi pariwisata di Papua Barat. Bukan hanya event yang diselenggarakan pemerintah, tetapi kami juga terus mendukung dan berkolaborasi dengan komunitas yang menggelar berbagai kegiatan. Kami juga memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dilaksanakan Kodam,” kata Jafar.

Ia menjelaskan, bentuk kolaborasi tersebut juga diberikan kepada Asosiasi Pemuda Pelajar Mahasiswa Papua Barat (Aspewa) yang dijadwalkan menggelar festival budaya pada akhir Agustus mendatang. Selain itu, Dinas Pariwisata akan menggelar pertemuan bersama komunitas seni dan budaya untuk menyusun kalender kegiatan yang akan dilaksanakan hingga akhir tahun 2026.

Jafar menilai keterlibatan berbagai komunitas menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, karena mampu menghadirkan atraksi wisata yang lebih beragam sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.

Jafar menegaskan, arah pembangunan pariwisata Papua Barat saat ini berfokus pada pengembangan ekowisata yang dipadukan dengan kekayaan budaya lokal. Menurutnya, keindahan alam Papua Barat merupakan anugerah yang dimiliki banyak daerah, namun kekuatan budaya menjadi identitas yang membedakan Papua Barat dengan destinasi wisata lainnya.

“Yang perlu kita dorong lebih kuat adalah budaya, karena alam kita adalah bonus. Yang menjadi pembeda dengan destinasi lain adalah kekayaan budaya yang kita miliki. Papua Barat memiliki lebih dari 20 suku bangsa dengan adat, bahasa, seni, dan tradisi yang berbeda-beda. Inilah kekuatan utama yang harus terus kita angkat,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan nilai budaya melalui festival, pertunjukan seni, hingga promosi tradisi lokal akan menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya Papua Barat.(jp/fir). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta