LPS Perkuat Literasi Keuangan dan Kepercayaan Publik di Manokwari
99,97 persen dari total rekening nasabah di Papua Barat telah dijamin penuh oleh LPS.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Kantor Perwakilan LPS III Sulawesi, Maluku, dan Papua (LPS KPW3 Sulampua) menggelar rangkaian kegiatan edukasi dan sosialisasi di Manokwari, Papua Barat, pada 26–29 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya LPS meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, memperkuat pemahaman mengenai program penjaminan simpanan, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap industri perbankan.
Rangkaian kegiatan meliputi LPS Media Meet Up Papua Barat 2026, sosialisasi kepada insan perbankan, talkshow di sejumlah radio lokal, LPS Forum Inklusi dan Literasi Keuangan (FINLAB) di Universitas Papua, hingga LPS Safe Run 2026 yang melibatkan komunitas lari dan masyarakat umum.
Dalam LPS Media Meet Up Papua Barat 2026 yang berlangsung di Manokwari, Rabu (26/8/2026), LPS memperkuat sinergi dengan insan media untuk memperluas penyebaran informasi mengenai peran dan fungsi LPS serta program penjaminan simpanan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan sesi berbagi inspirasi bersama pelaku pemberdayaan UMKM lokal. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya keberanian memulai usaha, kedisiplinan dalam melakukan pencatatan keuangan, serta pemanfaatan digitalisasi pasar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan lain, LPS KPW3 Sulampua juga mendorong perbankan di Papua Barat untuk terus menjaga kepatuhan sekaligus berperan aktif meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
LPS menyampaikan bahwa 99,97 persen dari total rekening nasabah di Papua Barat telah dijamin penuh oleh LPS, lebih tinggi dibandingkan cakupan penjaminan secara nasional sebesar 99,95 persen.
Selain itu, kepatuhan perbankan dalam penempatan bukti kepesertaan serta penyampaian informasi mengenai penjaminan simpanan kepada masyarakat berdasarkan hasil penilaian mandiri tercatat mencapai 100 persen.
LPS mengajak seluruh perbankan di Papua Barat mempertahankan tingkat kepatuhan tersebut dan terus bersinergi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan dan sistem keuangan nasional.
Edukasi juga diperluas melalui talkshow di sejumlah radio lokal di Manokwari. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai fungsi LPS dalam menjamin simpanan, pentingnya menabung dan mengelola keuangan secara bijak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan dan investasi ilegal.
Sementara itu, melalui LPS FINLAB 2026 bertema “Kelola Uang, Ciptakan Peluang” yang digelar di Universitas Papua, Jumat (28/8/2026), LPS menyasar mahasiswa dari berbagai fakultas.
Mahasiswa didorong memiliki kecakapan finansial sejak dini sebagai bekal untuk hidup mandiri dan menjadi generasi produktif. Edukasi mencakup praktik dasar pengelolaan keuangan, pentingnya menabung secara aman di bank, serta penggunaan produk dan layanan jasa keuangan secara aman dan bertanggung jawab.
Mahasiswa juga diingatkan agar tidak mudah tergiur pinjaman online, investasi, maupun tawaran produk keuangan lainnya yang tidak jelas legalitasnya. Mereka diperkenalkan dengan kanal resmi seperti Satgas PASTI dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) untuk memperoleh informasi maupun melaporkan aktivitas keuangan ilegal dan penipuan.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari pelaku usaha C’ozy Corner turut berbagi pengalaman mengenai bagaimana melihat potensi lokal sebagai peluang usaha. Setelah menempuh pendidikan hospitality di luar negeri, ia memilih kembali ke daerah asal dan mengembangkan berbagai peluang usaha melalui sponsorship, bazar, catering hingga layanan daring.
Generasi muda juga ditekankan pentingnya memisahkan omzet, keuntungan, dan uang pribadi dalam pengelolaan usaha. Untuk memulai bisnis, mereka tidak harus menunggu memiliki modal besar, karena proses dan kegagalan dapat menjadi bahan evaluasi untuk berkembang.
Rangkaian kegiatan LPS di Manokwari kemudian ditutup melalui LPS Safe Run 2026 yang digelar di kawasan Bandara Rendani, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang menggandeng komunitas lari dan masyarakat umum tersebut diikuti sebanyak 352 peserta. Selain berlari bersama, peserta juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dan mengikuti berbagai permainan interaktif.
Melalui kegiatan tersebut, LPS mengampanyekan pentingnya menjaga kesehatan fisik sekaligus kesehatan keuangan. Masyarakat diajak memastikan kondisi keuangan tetap sehat, aman, dan terlindungi melalui kebiasaan mengelola serta menyimpan dana secara bijak.
Melalui seluruh rangkaian edukasi tersebut, LPS berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menyimpan dana di bank, mengetahui hak dan kewajibannya sebagai nasabah, serta semakin percaya terhadap sistem perbankan Indonesia.
Keberadaan LPS diharapkan terus memberikan rasa aman bagi masyarakat melalui perlindungan terhadap simpanan nasabah sekaligus berkontribusi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.(jp/rls).























