Dinas KehutananKab ManokwariProvinsi Papua Barat

Dishut Papua Barat Serahkan Mesin Pengolah Briket dan Minyak Kelapa kepada Dua KUPS di Manokwari

Mendorong pengadaan kemasan yang lebih menarik agar produk memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat menggelar pelatihan pembuatan briket arang dan minyak kelapa bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Briket Mubraidiba dan KUPS Yoom 1, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, Selasa (21/7/2026).

Penyerahan Mesin Pengolah Briket Arang kepada KUPS Briket Mubraidiba.

Pelatihan yang berlangsung di Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Manokwari tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan mesin pengolah briket arang dan mesin pengolah minyak kelapa  kepada masing-masing kelompok usaha.

Program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis perhutanan sosial. KUPS sendiri merupakan wadah pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan melalui pengembangan berbagai usaha produktif, seperti agroforestri, ekowisata, serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK).

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Jimmy W. Susanto, mengatakan bantuan peralatan tersebut merupakan implementasi program prioritas Gubernur Papua Barat, yakni Papua Barat Produktif.

Foto bersama Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat, Jimmy Susanto dengan Kelompok KUPS.

Menurut Jimmy, Dinas Kehutanan melalui program perhutanan sosial memiliki tanggung jawab untuk terus membina dan memberdayakan masyarakat dalam mengelola potensi sumber daya alam secara berkelanjutan dan bernilai ekonomi.

“Bantuan peralatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pemanfaatan hasil hutan bukan kayu secara konvensional. Ke depan, kami tidak berhenti pada penyerahan alat saja, tetapi akan terus melakukan pembinaan dan pelatihan kepada seluruh kelompok perhutanan sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan, produk briket arang yang dihasilkan KUPS memiliki potensi pasar yang cukup besar, terutama untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha kuliner seperti rumah makan dan penjual ikan bakar.

Kepala KPH Manokwari Menyerahkan Mesin pengolah Briket Arang kepada Ketua Kelompok Briket Mubraidiba.

Karena itu, Jimmy meminta seluruh KPH di Papua Barat menjalin kemitraan dengan para pelaku usaha agar produk briket hasil KUPS dapat digunakan secara luas sehingga mampu meningkatkan pendapatan kelompok.

“Kami juga akan mendorong pengadaan kemasan yang lebih menarik agar produk memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar,” katanya.

Jimmy menambahkan, seluruh peralatan bantuan akan segera disalurkan ke lokasi masing-masing KUPS. Ia berpesan agar bantuan tersebut dijaga dan dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas usaha.

Kadishut Jimmy Susanto dan Kabid PHPS Yunus Krey memantau langsung Praktek Pengolahan Minyak Kelapa.

“Peralatan yang diberikan oleh Bapak Gubernur ini kami harapkan dirawat dengan baik dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya sehingga benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi anggota KUPS,” tuturnya.

Selain pembinaan teknis, Dinas Kehutanan juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah investor dan mitra usaha guna membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk hasil perhutanan sosial.

Menurut Jimmy, apabila pasar telah terbentuk dengan baik, kelompok usaha dapat menyusun target produksi secara berkelanjutan setiap bulan sehingga pendapatan masyarakat juga akan meningkat.

“Kami sedang mencari investor dan mitra pemasaran agar produk-produk hasil KUPS dapat dipasarkan tidak hanya di Manokwari, tetapi juga ke daerah lain. Jika pasar berjalan lancar, maka produksi akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat pun ikut bertambah,” pungkasnya.(jp/ask).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta