STIH Manokwari Resmi Bertransformasi Menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua
Semoga perubahan ini menjadi awal lahirnya sumber daya manusia Papua yang semakin unggul, berintegritas, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari resmi bertransformasi menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Papua. Perubahan status kelembagaan tersebut ditandai melalui Rapat Senat Terbuka yang digelar di Ballroom Aston Niu Manokwari Hotel, Selasa (21/7/2026).
Momentum bersejarah ini dihadiri Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat Dr. Suriel Mofu, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi (YPTM) Petrus Makbon, SH, Wakil Ketua II DPR Papua Barat Syamsudin Seknun, anggota DPD RI daerah pemilihan Papua Barat, para bupati se-Papua Barat, unsur Forkopimda, Rektor Universitas Caritas Indonesia Prof. Robert Hammar, Rektor Universitas Muhammadiyah Papua, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Rektor IHTP Papua mengenang perjalanan panjang lembaga pendidikan tinggi tersebut yang telah mengabdi selama 51 tahun dalam mencetak sumber daya manusia di Tanah Papua.
Ia menjelaskan, perjalanan institusi dimulai sebagai Fakultas Ekstensi Universitas Hasanuddin Makassar, kemudian berkembang menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum dan Kemasyarakatan, hingga menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari. Kini, tonggak sejarah baru dimulai dengan perubahan status menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua.
“Hari ini kita mengakhiri perjalanan panjang STIH Manokwari dan memulai babak baru sebagai Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua,” kata Filep.
Menurutnya, meninggalkan nama besar STIH Manokwari bukanlah perkara mudah. Namun, ia meyakini perubahan ini merupakan bagian dari rencana besar untuk memajukan dunia pendidikan tinggi di Papua.
“Perjalanan membangun perguruan tinggi yang berkualitas tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan kerja keras, kolaborasi, serta dukungan dari seluruh pihak. Pernah ada masa ketika mimpi dan harapan itu hampir sirna, tetapi kami percaya tahun 2026 menjadi tahun mukjizat sehingga seluruh proses perubahan status ini dapat terwujud,” tuturnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, senat, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan hingga perubahan status kelembagaan tersebut dapat terealisasi.
Kepada para mahasiswa, ia mengingatkan bahwa hari itu menjadi penutup sejarah penggunaan nama STIH Manokwari.
“Hari ini adalah hari terakhir kita mencatatkan nama Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari. Mulai besok kita hadir dengan identitas baru sebagai Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua,” kata Filep yang juga Anggota DPD RI.
Ia juga mengajak para alumni tetap bangga sebagai lulusan STIH Manokwari karena institusi tersebut merupakan fondasi lahirnya institut yang baru.
“STIH Manokwari adalah akar sejarah kita. Kini kita memiliki rumah yang lebih besar untuk bersama-sama berkarya membangun pendidikan di Tanah Papua,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Rektor mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Papua Barat, para kepala daerah, civitas akademika, yayasan, serta seluruh mitra yang telah memberikan dukungan selama lebih dari lima dekade perjalanan STIH Manokwari hingga resmi bertransformasi menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua.
“Semoga perubahan ini menjadi awal lahirnya sumber daya manusia Papua yang semakin unggul, berintegritas, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” harapnya.
Rapat Senat terbuka tersebut dirangkaikan dengan pelantikan Unsur pejabat IHTP Papua oleh Rektor Filep Wamafma. (jp/ask).
















