BiakPapua

Pemda Biak Siapkan Dua Posko Pengungsian, 120 Warga Terdampak Ledakan Bom Terima Bantuan

BIAK, JAGATPAPUA.com – Sebanyak 120 warga yang terdampak ledakan bom sisa Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor saat ini masih berada di lokasi pengungsian yang telah disiapkan oleh Pemerintah Daerah setempat.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Biak Numfor, Dian Pandjaitan, S.Sos

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Biak Numfor, Dian Pandjaitan, S.Sos, mengatakan pemerintah telah menyiapkan dua posko pengungsian untuk menampung para warga terdampak. Posko pertama berada di Aula Kantor Satpol PP yang saat ini dihuni 58 orang, sedangkan posko kedua berada di Hotel Mapia dengan kapasitas 14 kamar yang ditempati 62 orang.

“Kami telah menyiapkan dua lokasi pengungsian. Di Aula Kantor Satpol PP  terdapat 58 pengungsi, sementara di Hotel Mapia ada 62 orang yang menempati 14 kamar,” ujar Dian, Selasa (2/6/2026).

Selain memberikan pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor juga telah menyalurkan berbagai bantuan kebutuhan dasar kepada para pengungsi. Bantuan tersebut meliputi air mineral, makanan siap saji, mi instan, pakaian untuk anak-anak dan orang dewasa, serta makanan ringan.

Menurut Dian, bantuan juga diberikan secara khusus kepada kelompok rentan seperti ibu hamil dan ibu menyusui. Sejumlah bantuan tersebut berasal dari pemerintah maupun para donatur yang turut memberikan dukungan kemanusiaan bagi para korban.

“Jenis bantuan yang sudah kami salurkan antara lain air mineral, makanan dan minuman, mi instan, pakaian untuk anak-anak maupun orang dewasa, makanan ringan untuk anak-anak, hingga seragam sekolah. Bantuan juga diberikan kepada ibu hamil dan menyusui dengan dukungan dari sejumlah donatur,” jelasnya.

Ia menjelaskan, warga yang ditempatkan di Hotel Mapia merupakan mereka yang terdampak langsung akibat ledakan tersebut. Sementara pengungsi di Aula Kantor Satpol PP adalah warga yang rumahnya berada dalam kawasan sterilisasi yang saat ini masih menjadi lokasi pemeriksaan dan pencarian oleh tim gabungan.

“Pengungsi yang berada di Hotel Mapia merupakan warga yang terdampak langsung, sedangkan di Aula Kantor Satpol PP adalah warga yang rumahnya masuk dalam area sterilisasi untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Terkait perkembangan korban, Dian menyebutkan hingga saat ini tercatat delapan orang meninggal dunia akibat insiden tersebut. Lima korban telah dimakamkan, sementara proses pencarian terhadap bagian tubuh korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

“Data sementara menunjukkan delapan orang meninggal dunia. Lima korban sudah dimakamkan, sedangkan proses pencarian masih berlangsung. Tadi ditemukan satu jenasah di kawasan Saubeba, namun belum dapat diidentifikasi karena kondisi yang ditemukan berupa serpihan-serpihan tubuh,” ungkapnya.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait masih terus melakukan penanganan darurat, termasuk pencarian korban, sterilisasi lokasi, serta pemenuhan kebutuhan para pengungsi hingga situasi dinyatakan aman.(jp/fir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta