
BIAK, JAGATPAPUA.com – Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua berhasil mensterilkan 100 persen kawasan ring satu atau area inti di sekitar lokasi ledakan bom sisa Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Biak, Kabupaten Biak Numfor.
Keberhasilan sterilisasi tersebut membuka ruang bagi tim gabungan untuk memaksimalkan operasi pencarian korban, evakuasi, serta penyelidikan lanjutan pada hari keenam pencarian.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiwan, dalam konferensi pers pada Jumat (5/6/2026) malam mengatakan, area yang sebelumnya baru dinyatakan steril sekitar 75 persen kini telah sepenuhnya aman untuk dimasuki tim gabungan.
“Hari ini kawasan ring satu yang sebelumnya baru 75 persen steril, telah berhasil kami sterilkan 100 persen. Dengan demikian, seluruh tim gabungan dapat melaksanakan pencarian dan evakuasi secara maksimal pada hari berikutnya,” ujar Kapolres.
Selain operasi pencarian korban, Tim Inafis, Reserse, dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri juga akan mengintensifkan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan barang bukti dan mengungkap penyebab pasti ledakan yang menewaskan sejumlah warga tersebut.
Kapolres mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan ring satu maupun ring dua selama proses pencarian dan penyelidikan masih berlangsung.
“Kami meminta masyarakat tetap mematuhi garis pengamanan yang telah dipasang petugas. Seluruh area pencarian masih menjadi fokus operasi tim gabungan,” tegasnya.
Pada hari keenam operasi, pencarian akan difokuskan di area yang diduga menjadi pusat ledakan maupun wilayah sekitarnya untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal.
Berdasarkan data terbaru, insiden ledakan bom sisa Perang Dunia II tersebut telah mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan belasan warga mengalami luka-luka. Seluruh korban luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis dan berstatus rawat jalan dengan pemantauan dari Tim Medis Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor.
Sementara itu, proses identifikasi korban masih terus dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua. Dari total 51 potongan tubuh yang ditemukan selama operasi pencarian, sebanyak 34 potongan tubuh telah berhasil diidentifikasi, sedangkan 17 potongan tubuh lainnya yang ditemukan pada hari kelima pencarian masih menjalani proses identifikasi lanjutan sebelum sampelnya dikirim ke Laboratorium DNA Polri.
Pemerintah daerah bersama TNI-Polri, Basarnas, dan seluruh unsur terkait berkomitmen untuk terus mengoptimalkan operasi kemanusiaan hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan proses identifikasi dapat diselesaikan secara menyeluruh.(jp/fir).




















