Disbudpar PB Siapkan Paket Wisata Digital dan Gerakan Bersih Destinasi, Jelang Pesparawi Nasional
Destinasi prioritas yang telah disiapkan untuk dikunjungi peserta Pesparawi Nasional diantaranya Pulau Mansinam, Gunung Meja, serta Wisata Kwau.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Papua Barat bersama puluhan mitra lintas sektor menggelar pertemuan untuk menyusun rencana aksi pembersihan objek dan daya tarik wisata dalam rangka mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Kabupaten Manokwari.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Disbudpar Papua Barat, Arfai, Kamis (11/6/2026), dipimpin langsung oleh Kepala Disbudpar Papua Barat, Jafar Werfete, S.Sos., M.M, didampingi Sekretaris. Dihadiri oleh puluhan Mitra baik asosiasi, komunitas, organisasi kemasyarakatan, akademisi, pelaku usaha, hingga relawan yang menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan sektor pariwisata.
Jafar Werfete mengatakan, pertemuan itu bertujuan memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mempersiapkan Papua Barat, khususnya Manokwari, menyambut ajang keagamaan berskala nasional yang diperkirakan akan dihadiri lebih dari 5.000 peserta dan tamu dari 38 provinsi di Indonesia.
Menurutnya, momentum Pesparawi Nasional tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan semata, tetapi juga peluang besar untuk memperkenalkan potensi pariwisata Papua Barat kepada para tamu yang datang.
“Manokwari merupakan pintu masuk utama Papua Barat. Karena itu, kita ingin menampilkan citra daerah yang bersih, nyaman, aman, dan ramah bagi seluruh peserta maupun wisatawan yang berkunjung,” ujar Jafar.
Sebagai Kepala Disbudpar Papua Barat yang baru, Jafar juga memanfaatkan pertemuan tersebut sebagai ajang silaturahmi sekaligus membangun komitmen bersama dalam merancang berbagai program dan aksi nyata menjelang pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan khususnya tempat Wisata Manokwari, Disbudpar bersama seluruh mitra juga berkomitmen melaksanakan aksi pembersihan destinasi wisata dan kawasan pesisir melalui kegiatan beach cleaning yang akan dilakukan secara serentak oleh komunitas dan pelaku wisata
Dalam rapat tersebut, sejumlah langkah strategis mulai disiapkan. Salah satunya adalah penyusunan paket wisata berbasis digital melalui penggunaan barcode yang dapat diakses oleh para tamu dan peserta Pesparawi.
Disbudpar Papua Barat akan bekerja sama dengan asosiasi pariwisata untuk menyediakan informasi lengkap mengenai destinasi wisata, paket perjalanan, jasa pemandu wisata, hingga operator tur yang dapat diakses hanya dengan melakukan pemindaian barcode yang nantinya ditempatkan di venue kegiatan maupun hotel dan penginapan.
Selain itu, pemerintah bersama para pelaku usaha pariwisata juga berkomitmen menjaga tarif kunjungan ke destinasi wisata tetap wajar dan terjangkau guna memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
“Kita ingin pelayanan yang prima dengan harga yang rasional. Jangan sampai ada lonjakan harga yang justru memberikan kesan kurang baik bagi tamu yang datang,” katanya.
Aspek keramahtamahan masyarakat juga menjadi perhatian penting. Pemerintah akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat dan pelaku pariwisata agar mampu menjadi tuan rumah yang baik dalam menyambut kedatangan peserta Pesparawi dari seluruh Indonesia.
Di sisi lain, koordinasi dengan daerah penyangga yang memiliki potensi wisata unggulan seperti Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) dan Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) terus diperkuat guna mengantisipasi pergerakan wisatawan selama pelaksanaan Pesparawi.
Ia juga memaparkan sejumlah destinasi prioritas yang telah disiapkan untuk dikunjungi peserta Pesparawi antara lain Pulau Mansinam, Gunung Meja, serta Desa Wisata Kwau.
Khusus untuk Pulau Mansinam, berbagai persiapan telah dilakukan dalam beberapa hari terakhir, mulai dari pembersihan kawasan, penataan fasilitas, hingga simulasi arus keluar masuk pengunjung. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan Polda Papua Barat terkait aspek keamanan dan keselamatan penyeberangan laut menuju pulau bersejarah tersebut.
Selain destinasi di wilayah Manokwari dan sekitarnya, sejumlah pelaku usaha pariwisata juga telah menyiapkan paket wisata lanjutan menuju Raja Ampat bagi peserta yang ingin memperpanjang masa kunjungan mereka di Tanah Papua.
Jafar menegaskan, keberhasilan sektor pariwisata tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak.
“Pariwisata adalah urusan bersama. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antar-mitra harus terus diperkuat agar seluruh program yang disiapkan dapat berjalan maksimal dan memberikan kesan positif bagi para tamu yang datang ke Papua Barat,” tandasnya.(jp/ask).
























