Gubernur Dominggus Evaluasi Kinerja OPD, Tekankan Program Papua Barat Sehat Hanya Untuk OAP
Evaluasi dilakukan untuk mengukur capaian kinerja perangkat daerah selama semester pertama sekaligus memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas Pemerintah Provinsi Papua Barat.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, memimpin rapat evaluasi lanjutan pelaksanaan program dan kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tahun Anggaran 2026 di Mansinam Beach Hotel, Manokwari, Jumat (10/7/2026).
Rapat tersebut dihadiri Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, serta Pejabat Fungsional Utama (PFU) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat evaluasi yang telah dilaksanakan pada 1 Juli 2026.
Evaluasi dilakukan untuk mengukur capaian kinerja perangkat daerah selama semester pertama sekaligus memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Dalam rapat tersebut, terdapat tiga agenda utama yang dibahas, yakni evaluasi pelaksanaan Program Papua Barat Sehat, Papua Barat Cerdas, dan Papua Barat Produktif, capaian kinerja semester pertama 2026, serta progres pengadaan barang dan jasa pemerintah, baik melalui mekanisme penunjukan langsung maupun pelelangan umum.
Gubernur Dominggus Mandacan menegaskan bahwa ketiga program unggulan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut pelayanan dasar dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, penyerapan anggaran dan pelaksanaan proyek juga menjadi fokus evaluasi agar seluruh program berjalan sesuai target.
“Program Papua Barat Sehat, Papua Barat Produktif, dan Papua Barat Cerdas menjadi pembahasan serius, termasuk pelaksanaan proyek melalui mekanisme Penunjukan Langsung (PL) hingga penyerapan anggaran,” kata Dominggus kepada awak media usai memimpin rapat.
Terkait implementasi Program Papua Barat Sehat, Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah provinsi telah menyiapkan dukungan anggaran. Saat ini, Dinas Kesehatan diminta menyusun sistem dan mekanisme pelaksanaan agar program tersebut dapat segera dijalankan secara efektif dan tepat sasaran.
“Dananya sudah tersedia. Sekarang tinggal OPD terkait membangun sistem dan mekanisme pelaksanaannya, termasuk bagaimana pola penyalurannya. Nanti seluruh mekanisme itu akan diumumkan kepada masyarakat melalui media sosial maupun aplikasi yang disiapkan pemerintah,” jelasnya.
Dominggus menegaskan, Program Papua Barat Sehat diprioritaskan untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi Orang Asli Papua (OAP). Sementara masyarakat non-OAP tetap memperoleh layanan kesehatan melalui skema BPJS Kesehatan.
Menurutnya, kedua skema tersebut akan saling melengkapi sehingga pembiayaan pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal.
“Program Papua Barat Sehat kita khususkan untuk Orang Asli Papua. Sedangkan masyarakat non-OAP tetap dilayani melalui BPJS Kesehatan. Namun OAP juga tetap bisa menggunakan BPJS. Jadi nanti kita kolaborasikan, mana layanan yang dibiayai BPJS Kesehatan dan mana yang menjadi tanggungan Program Papua Barat Sehat,” tandas Gubernur.
Ia berharap seluruh pimpinan OPD segera menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut sehingga program-program prioritas Pemerintah Provinsi Papua Barat dapat direalisasikan secara maksimal dan manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.(jp/ask)















