HeadlinePemprov PBProvinsi Papua Barat

Dr. Nataniel Mandacan Tutup Usia, Gubernur Dominggus Mandacan Melayat ke Rumah Duka

Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat dan masyarakat Papua Barat, Gubernur Dominggus Mandacan menyampaikan duka cita yang mendalam.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., didampingi Ketua TP PKK Provinsi Papua Barat, Ny. Juliana Mandacan, melayat ke rumah duka almarhum Dr. Nataniel Mandacan, M.Si., di Kompleks Swafen Bahari Manokwari, Sabtu (4/7/2026) pagi.

Gubernur Papua Barat dan Ny. Juliana Mandacan saat melayat ke rumah duka almarhum Dr. Nataniel Mandacan dan memberikan penghormatan terakhir.

Kehadiran Gubernur dan rombongan merupakan bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan belasungkawa Pemerintah Provinsi Papua Barat atas berpulangnya salah satu putra terbaik Papua Barat yang dikenal telah mengabdikan diri di berbagai bidang pemerintahan.

Turut mendampingi Gubernur dalam kesempatan tersebut antara lain Kepala Inspektorat Papua Barat Erwin Saragih, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Papua Barat Samy Saiba, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Papua Barat Sarce Meidodga, serta Staf Ahli Gubernur Nancy Weizer.

Suasana haru menyelimuti rumah duka saat Gubernur dan Ny. Juliana Mandacan tiba. Tangis keluarga pecah saat Gubernur tiba di Rumah duka untuk memberikan penghormatan. 

Gubernur dan istri kemudian menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada istri, anak-anak, dan keluarga besar almarhum sembari memberikan penguatan dan penghiburan.

Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat dan masyarakat Papua Barat, Gubernur Dominggus Mandacan menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum Dr. Nataniel Mandacan, yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh besar masyarakat Arfak.

Gubernur dan Ny Juliana Mandacan memberikan dukungan dan doa untuk istri dan anak almarhum Dr. Nataniel Mandacan ditengah duka yang dialami.

“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama ini. Kiranya keteladanan dan pengabdian almarhum menjadi warisan berharga serta pamitan terakhir bagi seluruh ASN dan masyarakat Papua Barat,” ucap Gubernur.

Selain Gubernur beserta jajaran Pemerintah Provinsi Papua Barat, rumah duka juga dipadati para kerabat, sahabat, tokoh masyarakat, dan keluarga besar yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus mengantarkan doa bagi almarhum. 

Dr. Nataniel D. Mandacan dikabarkan menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Manokwari pada Sabtu sekira jam 04.00 WIT, setelah menjalani perawatan Medis selama 3 hari.

Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka di Kompleks Swafen Bahari, Manokwari, untuk memberikan kesempatan kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat menyampaikan penghormatan terakhir.

Jejak Pengabdian Almarhum Dr. Nataniel. D. Mandacan, M.Si

Karier birokrasi Dr. Nataniel D. Mandacan dimulai pada Maret 1989 sebagai staf di Bagian Kepegawaian Kabupaten Manokwari.

Pada Desember 1996, ia dipercaya menjabat Kepala Bagian Kepegawaian (Personalia) Kabupaten Manokwari hingga tahun 2002. 

Selanjutnya pada Januari 2003, ia melanjutkan pendidikan Program Magister (S2) di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Usai menyelesaikan studi, pada 14 Juni 2003 ia dilantik sebagai Kepala Biro Kepegawaian Pemerintah Provinsi Papua Barat. Kariernya terus menanjak hingga pada 24 Juli 2008 dipercaya menjabat Kepala Kantor Regional IX Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jayapura.

Pada 2010, almarhum sempat mencalonkan diri sebagai Bupati Manokwari. Meski belum berhasil, pengabdiannya kepada masyarakat tidak pernah surut.

Setahun kemudian, tepatnya pada 30 Juli 2011, ia dilantik sebagai Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi Papua Barat.

Puncak karier birokrasinya diraih pada 6 September 2014 ketika dilantik oleh Gubernur Papua Barat saat itu, Bram Atururi, sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat.

Kepergian Dr. Nataniel D. Mandacan meninggalkan jejak pengabdian yang panjang dalam birokrasi pemerintahan Papua Barat. Dedikasi, kepemimpinan, dan pengabdiannya akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjalanan pembangunan daerah dan menjadi teladan bagi generasi penerus ASN di Tanah Papua.(jp/ask). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta