
BIAK, JAGATPAPUA.com – Tim Gabungan kembali menemukan 11 serpihan tubuh korban dalam operasi pencarian hari ketujuh pascaledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestwan, mengatakan seluruh serpihan tubuh yang ditemukan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak Numfor untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik.
“Pada hari ketujuh pencarian, tim gabungan kembali menemukan dan mengamankan 11 serpihan tubuh korban. Seluruh temuan tersebut telah dievakuasi ke RSUD Biak Numfor untuk proses identifikasi,” ujar AKBP Ari Trestwan dalam konferensi pers, Minggu (7/6/2026).
Selain serpihan tubuh, tim gabungan juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa ledakan tersebut, yakni satu kartu tanda penduduk (KTP) dan satu unit mesin serut kayu berwarna merah.
Kapolres menjelaskan, Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah bertolak ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta guna melanjutkan proses identifikasi korban melalui pemeriksaan DNA dan metode forensik lainnya.
Sementara itu, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang terjadi di lokasi kejadian.
Di sisi lain, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Biak Numfor terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh serta memeriksa sejumlah saksi guna mendukung proses penyelidikan.
“Untuk tim Jibom Gegana, saat ini sudah tidak lagi melakukan aktivitas di lokasi karena area kejadian telah dinyatakan steril dan aman dari ancaman bahan peledak,” jelasnya.
Meski demikian, operasi pencarian korban dan barang bukti masih terus dilanjutkan oleh tim gabungan. Pencarian difokuskan pada area ring 1 dan ring 2, termasuk wilayah perairan dan pesisir pantai dengan radius sekitar empat kilometer dari pusat ledakan.
Menurut Kapolres, pencarian akan kembali dilanjutkan pada Senin (8/6/2026) dengan melibatkan seluruh unsur tim gabungan yang selama ini bertugas di lapangan.
Selain itu, Tim Jibom Gegana bersama Kompi Brimob Biak juga dijadwalkan melaksanakan disposal atau pemusnahan terhadap sejumlah benda yang diduga bom maupun amunisi peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan serta diserahkan masyarakat.
“Besok pagi tim Jibom bersama Kompi Brimob Biak akan melaksanakan disposal terhadap barang-barang yang diduga bom atau peninggalan Perang Dunia II hasil temuan dan penyerahan masyarakat. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Markas Batalyon Brimob Yendidori,” tandasnya.(jp/fir).
























