AdatHeadlinePapua

10 Sampel DNA Korban Ledakan Bom Biak Dikirim ke Pusdokkes Polri, Pencarian Masih Berlanjut

BIAK, JAGATPAPUA.com – Sebanyak 10 sampel DNA postmortem korban ledakan bom sisa Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, telah dikirim ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta untuk keperluan identifikasi korban.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiwan, mengatakan pengiriman sampel DNA tersebut dilakukan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua melakukan pengambilan sampel dari bagian tubuh korban yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Pemeriksaan DNA dilakukan untuk membantu proses identifikasi korban secara ilmiah dan akurat, mengingat kondisi sebagian jenazah yang ditemukan tidak utuh akibat kuatnya ledakan,” ujar Ari saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan penanganan pasca-ledakan, Sabtu (6/6/2026), di kediaman Bupati Biak Numfor, Distrik Samofa.

Hingga hari keenam pasca-ledakan, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait lainnya masih terus melakukan pencarian terhadap tiga korban yang hingga kini belum ditemukan.

Dalam operasi pencarian pada Sabtu, tim gabungan kembali menemukan dua serpihan bagian tubuh manusia serta sejumlah barang yang diduga milik korban, antara lain satu unit telepon genggam, dompet berwarna cokelat, hitam dan merah muda (pink), satu bilah pisau, satu gunting medis, serta satu perangkat GPS.
Menurut Ari, barang-barang yang ditemukan tersebut telah diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan dan identifikasi korban.

Sementara itu, Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua telah menyatakan area inti atau ring 1 yang diduga menjadi titik sumber ledakan telah steril 100 persen dari material berbahaya.

“Tim Jibom sudah memastikan ring 1 dalam kondisi aman dan bersih. Namun, kami tetap melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak memasuki kawasan ring 1 maupun area yang masih menjadi lokasi operasi pencarian dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres menegaskan bahwa tim gabungan masih terus melakukan penyisiran dan pengumpulan barang bukti di sekitar lokasi ledakan guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.

Untuk mempercepat pencarian korban yang belum ditemukan, area penyisiran di ring 2 juga diperluas hingga radius empat kilometer dari titik ledakan. Operasi pencarian dijadwalkan berlangsung setidaknya hingga dua hari ke depan dengan melibatkan seluruh unsur tim gabungan.

Diketahui, hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan bom sisa Perang Dunia II tersebut telah mencapai enam orang, sementara sejumlah korban lainnya masih menjalani perawatan medis.

Proses identifikasi terhadap potongan tubuh yang ditemukan masih terus dilakukan oleh Tim DVI melalui pemeriksaan DNA guna memastikan identitas para korban secara akurat.

Peristiwa tragis yang terjadi di Kompleks Perikanan Biak itu diduga bermula saat korban berupaya memindahkan atau menangani amunisi peninggalan Perang Dunia II yang kemudian meledak dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan di sekitar lokasi kejadian.(jp/fir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta