DPD RIHeadlineKab ManokwariPapuaPapua BaratPendidikanProvinsi Papua Barat

Filep Wamafma Undang Masyarakat Hadiri Acara Deklarasi STIH Menjadi Institut

Momentum bersejarah perubahan status STIH Manokwari menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHPP) Ini akan dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., mengundang seluruh elemen masyarakat untuk menghadiri momentum bersejarah perubahan status STIH Manokwari menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHPP) yang akan dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026.

Undangan tersebut ditujukan kepada para alumni STIH Manokwari, tokoh akademisi, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, pemuda, jajaran pemerintah, pimpinan perguruan tinggi, sivitas akademika, hingga masyarakat umum agar bersama-sama menyaksikan tonggak baru perjalanan pendidikan tinggi di Papua.

Sebagai sosok yang memimpin STIH Manokwari selama tiga periode berturut-turut, Filep Wamafma dinilai memiliki peran besar dalam mendorong kemajuan lembaga, termasuk memperjuangkan perubahan status STIH menjadi institut.

Transformasi tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Papua melalui pendidikan tinggi yang semakin berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyambut lahirnya institut sekaligus mengenang sejarah berdirinya STIH Manokwari, saya secara resmi mengundang seluruh alumni STIH, tokoh masyarakat, akademisi, pemerintah, sivitas akademika, serta masyarakat luas untuk hadir dalam momen bersejarah ini pada 21 Juli 2026,” ujar Filep Wamafma.

Menurutnya, perubahan status tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga besar STIH Manokwari, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi melalui reuni akbar para alumni yang kini telah mengabdikan diri di berbagai bidang profesi, baik di Tanah Papua maupun di berbagai daerah di Indonesia.

Filep menjelaskan, transformasi menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua merupakan langkah strategis untuk memperluas cakupan keilmuan, meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, serta menjawab kebutuhan pembangunan yang terus berkembang.

Dengan status sebagai institut, kata dia, lembaga pendidikan tersebut akan memiliki peluang membuka program studi yang lebih beragam, memperkuat kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.

“Perubahan menjadi institut bukan sekadar pergantian nama, melainkan transformasi nilai, semangat, dan tanggung jawab yang lebih besar. Kami berharap institut ini terus melahirkan generasi emas Papua yang unggul secara intelektual, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara,” tandasnya.(jp/rls). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta