HeadlinePemprov PBProvinsi Papua Barat

Disdik Papua Barat Siapkan Beasiswa untuk 1.950 Mahasiswa OAP, Penyaluran Dimulai Agustus

Pemerintah juga menyiapkan beasiswa bagi 70 mahasiswa kedokteran Orang Asli Papua (OAP).

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Papua Barat memastikan program beasiswa Papua Barat Cerdas akan segera disalurkan kepada 1.950 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan beasiswa bagi 70 mahasiswa kedokteran Orang Asli Papua (OAP).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, mengatakan proses verifikasi calon penerima beasiswa saat ini hampir rampung. Dari total 1.950 penerima program Papua Barat Cerdas, sekitar 1.000 berkas telah diajukan ke Inspektorat untuk dilakukan verifikasi.

“Program Papua Barat Cerdas diperuntukkan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, salah satunya memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75. Saat ini proses verifikasi sedang berjalan dan dalam waktu dekat akan segera kami tuntaskan,” ujar Barnabas di Manokwari, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran beasiswa ditargetkan mulai dilakukan pada Agustus 2026. Selain beasiswa bagi mahasiswa umum, pemerintah juga memprioritaskan beasiswa kedokteran bagi mahasiswa Orang Asli Papua.

“Untuk mahasiswa kedokteran OAP juga sedang dalam proses. Kami berharap penyalurannya sudah bisa dilakukan pada Agustus. Begitu pula bantuan sosial pendidikan lainnya, namun saat ini kami memprioritaskan program Papua Barat Cerdas, khususnya bagi anak-anak asli Papua,” katanya.

Barnabas mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Papua Barat mengalokasikan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk mendukung program beasiswa tahun 2026, yang mencakup beasiswa mahasiswa umum dan mahasiswa kedokteran.

Dari total anggaran tersebut, kebutuhan untuk 1.950 mahasiswa umum diperkirakan mencapai sekitar Rp15 miliar. Sementara beasiswa bagi 70 mahasiswa kedokteran dialokasikan sebesar Rp100 juta per mahasiswa, sehingga total anggarannya mencapai sekitar Rp7 miliar.

“Penyerapan anggaran memang belum terlihat karena penyaluran baru akan dilakukan setelah seluruh proses verifikasi selesai. Setelah beasiswa disalurkan, realisasi anggaran akan meningkat karena nilai yang dicairkan cukup besar,” jelasnya.

Ia juga membuka kemungkinan adanya penambahan anggaran pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 apabila dibutuhkan untuk mendukung keberlanjutan program tersebut.

Barnabas memastikan seluruh penerima beasiswa akan melalui proses verifikasi secara ketat sehingga bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran.

“Kami memastikan seluruh data penerima telah diverifikasi sehingga beasiswa ini dapat diterima oleh mahasiswa yang memang berhak sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.(jp/ask

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta