BiakHeadlineHukum & KriminalPapuaPolri

UPDATE! Tim DVI Polda Papua Identifikasi 51 Potongan Tubuh Korban Ledakan Bom PD II Biak

Dari 51 Potongan Tubuh, Tim DVI telah mengidentifikasi sebanyak 34 potongan tubuh korban, sementara sebanyak 17 potongan tubuh lainnya yang ditemukan pada hari kelima pencarian akan menjalani proses identifikasi lanjutan.

BIAK, JAGATPAPUA.com – Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) bersama Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua terus melakukan proses identifikasi terhadap korban ledakan bom sisa Perang Dunia II yang terjadi di Kabupaten Biak Numfor.

Hingga Jumat (5/6/2026), tim DVI telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 34 potongan tubuh korban yang ditemukan di lokasi kejadian. Sementara itu, sebanyak 17 potongan tubuh lainnya yang ditemukan pada hari kelima pencarian akan menjalani proses identifikasi lanjutan pada Sabtu (6/6/2026), sebelum sampelnya dikirim ke Laboratorium DNA Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiwan
saat merilis perkembangan penanganan insiden tersebut pada Jumat malam menjelaskan bahwa Tim DVI terus mengoptimalkan proses identifikasi korban. Posko Antemortem juga telah dibuka di sekitar lokasi kejadian guna mengumpulkan data dari keluarga korban.

Sejumlah Barang Bukti yang ditemukan Tim Gabungan di Lokasi Kejadian Ledakan Bom Biak. Diduga milik para korban.

“Tim DVI telah mengumpulkan data antemortem dari keluarga korban serta mengambil sampel DNA keluarga korban yang belum teridentifikasi. Hingga saat ini, sebanyak 34 potongan tubuh telah berhasil diidentifikasi tapi hanya enam sampel DNA antemortem yang berhasil diambil,” ujar Kapolres.

Selain proses identifikasi, Tim SAR Gabungan pada hari yang sama kembali menemukan 17 potongan tubuh di sekitar lokasi ledakan.

“Potongan tubuh yang ditemukan hari ini akan kembali diidentifikasi oleh Tim DVI pada esok hari di RSUD Biak,” katanya.

Di sisi lain, Tim Puslabfor juga menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Di antaranya 21 serpihan proyektil logam, satu mata gergaji, satu gagang gergaji besi, dan satu mata gerinda yang ditemukan dalam radius sekitar 50 meter dari titik yang diduga sebagai sumber ledakan.

Petugas juga menemukan sejumlah barang pribadi yang diduga milik keluarga korban berupa satu kartu keluarga atas nama Luter Raubaba, satu proyektor merek Sony, satu unit telepon genggam Samsung, satu bor listrik, satu tas, satu dompet, satu mixer, serta satu batang besi sepanjang 40 sentimeter.

Sementara itu, Tim Reserse yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) turut mengamankan tiga unit perahu (viber), dua unit kompresor yang terpasang selang sepanjang 150 meter dan 200 meter, tiga mesin motor tempel berkapasitas 15 PK dan 40 PK, dua kantong jaring, satu pasang sirip renang (swim fins), satu masker selam, serta satu set sabuk pemberat.

“Seluruh barang yang ditemukan di area ring satu atau kawasan yang diduga menjadi sumber ledakan telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut setelah lokasi dinyatakan steril,” jelas Kapolres.

Terkait korban luka, seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini berstatus rawat jalan. Para korban dan warga terdampak juga telah difokuskan di posko pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah.

Basarnas bersama Tim SAR Gabungan dijadwalkan melanjutkan operasi pencarian hingga hari ketujuh. Sesuai prosedur, apabila hingga hari terakhir pencarian tidak ditemukan lagi tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi pencarian dan pertolongan akan dihentikan.

Meski demikian, Kapolres menyebutkan bahwa perpanjangan masa pencarian tetap dimungkinkan apabila terdapat pertimbangan khusus dari pemerintah daerah maupun permintaan keluarga korban.(jp/fir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta