HeadlineKab Pegunungan ArfakPolriProvinsi Papua Barat

Meski Berbagai Metode Dikerahkan, Yanto Idorway Belum Ditemukan Hingga Hari Keenam

Tim tiba di area pencarian sekitar pukul 10.00 WIT dan langsung melaksanakan penyisiran sesuai rencana operasi.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Operasi pencarian terhadap Yanto Idorway yang dilaporkan hilang di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sirsang, Kabupaten Pegunungan Arfak, sejak Sabtu (18/7/2026), memasuki hari keenam. Hingga Kamis (23/7/2026), Tim SAR Gabungan masih belum berhasil menemukan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manokwari, Yefri Baharuddin, mengatakan operasi hari keenam diawali dengan briefing pada pukul 07.30 WIT sebelum seluruh personel bergerak menuju lokasi kejadian. Tim tiba di area pencarian sekitar pukul 10.00 WIT dan langsung melaksanakan penyisiran sesuai rencana operasi.

“Pencarian difokuskan pada celah-celah batu yang diduga menjadi lokasi korban tersangkut, serta penyisiran sepanjang aliran sungai sejauh kurang lebih 1,6 kilometer,” ujar Yefri.

Selain penyisiran darat dan sungai, tim juga memanfaatkan drone thermal untuk melakukan pemantauan udara dalam radius 1 hingga 2 kilometer dari lokasi kejadian guna mendeteksi kemungkinan keberadaan korban.

Upaya pencarian turut diperluas dengan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas di kampung-kampung yang berada di sepanjang aliran sungai. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Meski berbagai metode pencarian telah dilakukan, hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIT, korban masih belum ditemukan.

Operasi SAR melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Polda Papua Barat bersama Unit K9, Polres Pegunungan Arfak, Kodim Pegunungan Arfak, keluarga korban, masyarakat setempat, serta awak TVRI.

Dalam pelaksanaannya, tim didukung berbagai peralatan, di antaranya rescue car, kendaraan operasional, drone thermal, sepeda motor trail, perangkat komunikasi, peralatan SAR air, perlengkapan mountaineering, hingga peralatan evakuasi.

Yefri menjelaskan, proses pencarian masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti cuaca pegunungan yang berubah dengan cepat, kabut tebal yang membatasi jarak pandang, suhu yang cukup dingin, arus sungai yang deras, serta bebatuan besar yang licin sehingga menyulitkan pergerakan personel.

Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Jumat (24/7/2026). Tim berharap korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi ke Puskesmas Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Tim SAR juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama di lokasi yang memiliki arus sungai deras dan medan yang berisiko tinggi.(jp/rls). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta