Inovasi TEP ITS Buka Peluang Ekonomi Baru di Mansel, Pelepah Sawit Diolah Jadi Pakan Ternak
Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot ITS di Manokwari Selatan juga diharapkan menjadi awal dari pengembangan teknologi tepat guna yang berkelanjutan.

ORANSBARI, JAGATPAPUA.com– Inovasi teknologi tepat guna yang dikembangkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjadi salah satu perhatian utama dalam kunjungan kerja Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, ke Kabupaten Manokwari Selatan, Sabtu (12/9/2026).
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan kotoran sapi menjadi tiga produk yang memiliki nilai guna sekaligus, yakni pupuk organik, biogas untuk kebutuhan memasak rumah tangga, serta sumber energi listrik untuk penerangan.
Menteri Iftitah mengatakan, inovasi tersebut merupakan contoh pendekatan pembangunan yang diharapkan dapat dikembangkan dalam program transmigrasi masa kini. Menurutnya, keterlibatan akademisi harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat, bukan hanya menghasilkan kajian atau gagasan.
“Inilah desain program yang kami harapkan. Di mana para terpelajar, guru besar, dan ahli hadir di tengah masyarakat Papua, bukan sekadar bercerita dari tempat lain, tapi merancang solusi bersama di sini,” kata Iftitah.
Menteri menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Papua adalah tingginya biaya energi. Ia mencontohkan, harga tabung gas elpiji 12 kilogram yang di Pulau Jawa berada di kisaran Rp150.000, di Papua dapat mencapai sekitar Rp900.000.
Selain mahal, ketersediaan minyak tanah di sejumlah wilayah juga belum selalu dapat diandalkan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian dan peternakan.
Karena itu, pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan baku biogas dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional sekaligus mengoptimalkan potensi lokal.
Selain menghasilkan energi, pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik juga dapat mendukung sektor pertanian. Dengan demikian, satu inovasi berpotensi memberikan manfaat berantai, mulai dari pengelolaan limbah, penghematan biaya rumah tangga, hingga peningkatan produktivitas pertanian.
Pelepah Sawit Diolah Jadi Pakan Ternak
Selain teknologi biogas, TEP ITS juga mengembangkan inovasi pemanfaatan pelepah sawit yang sebelumnya menjadi limbah untuk diolah menjadi pakan ternak bernilai gizi.
Menteri Iftitah menilai, pengolahan limbah menjadi produk bermanfaat merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki potensi besar apabila dikelola secara konsisten dan melibatkan masyarakat secara langsung.
“Tadinya dibuang sia-sia, sekarang menjadi pakan ternak. Hal-hal sederhana seperti inilah yang ingin kami kembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menekankan, inovasi tersebut harus diarahkan menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga teknologi yang diperkenalkan tidak berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi dapat dioperasikan dan dikembangkan secara mandiri.
Sementara itu, Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan menyambut positif pengembangan inovasi yang dilakukan TEP ITS. Pemerintah daerah menilai, kolaborasi antara akademisi, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan solusi pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Sejumlah persoalan prioritas, seperti ketersediaan lahan, pupuk, pengairan, energi, dan pengembangan usaha masyarakat, diharapkan dapat dibahas secara bertahap melalui kerja sama lintas sektor.
Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot ITS di Manokwari Selatan juga diharapkan menjadi awal dari pengembangan teknologi tepat guna yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi daerah.
Melalui pendekatan tersebut, program pembangunan diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur atau peralatan, tetapi juga menciptakan pengetahuan, keterampilan, dan peluang ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.(jp/fir).























