142 Tamtama TNI AD Mansel Resmi Dilantik di Rindam XVIII/Kasuari, Begini Pesan KSAD
Pembangunan kekuatan TNI AD terus dipacu, khususnya melalui pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP).

RANSIKI, JAGATPAPUA.com – Sebanyak 19.114 mantan siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI Angkatan Darat (TNI AD) Gelombang II Tahun Anggaran 2026 secara resmi dilantik menjadi prajurit TNI AD dengan pangkat Prajurit Dua (Prada), setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan pembentukan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 142 prajurit baru dilantik di wilayah Kabupaten Manokwari Selatan. Upacara pelantikan berlangsung di Lapangan Upacara Rindam XVIII/Kasuari, Momiwaren, Rabu (9/9/2026).
Pelantikan tersebut dipimpin Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru. Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
“Atas nama pribadi dan selaku Kepala Staf Angkatan Darat, saya mengucapkan selamat kepada 19.114 orang mantan siswa yang hari ini telah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan secara resmi dilantik menjadi prajurit TNI AD berpangkat Prajurit Dua,” kata Pangdam saat membacakan amanat KSAD.
Menurutnya, keberhasilan para prajurit menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari kesungguhan, kedisiplinan, serta kerja keras selama mengikuti proses pendidikan. Dukungan lembaga pendidikan dan doa restu orang tua juga menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut.
Karena itu, pencapaian tersebut harus disikapi dengan rasa syukur sekaligus dijadikan sebagai tonggak awal dalam perjalanan panjang pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam amanatnya, KSAD juga menjelaskan bahwa pembangunan kekuatan TNI AD terus dipacu, khususnya melalui pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP).
Pengembangan tersebut diarahkan untuk mewujudkan visi penempatan satuan batalyon di setiap kabupaten di seluruh Indonesia. Para prajurit yang baru dilantik diproyeksikan menjadi bagian dari pengisian satuan-satuan tersebut.
Tugas Yonif TP, kata KSAD, tidak hanya berkaitan dengan pertahanan dan keamanan, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, terutama di wilayah perbatasan dan daerah-daerah yang masih membutuhkan kehadiran negara.
“Kepercayaan yang diberikan negara kepada kalian untuk menjadi bagian dari pembentukan Yonif TP merupakan sebuah tugas terhormat yang harus dilaksanakan dengan penuh amanah dan tanggung jawab, disertai dedikasi yang tinggi,” tegasnya.

Selama dua bulan menjalani pendidikan intensif, para Tamtama dibekali berbagai materi yang disusun secara sistematis untuk membentuk pola pikir, sikap, dan tindakan yang selaras dengan norma serta jati diri prajurit TNI AD.
Pembentukan tersebut berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan pengabdian.
Sebagai generasi muda yang telah mendapatkan pembekalan melalui skema pelatihan terpadu, para prajurit baru diharapkan mampu membawa semangat, energi, dan kemampuan terbaiknya dalam mendukung pelaksanaan tugas satuan.
Ilmu pengetahuan serta kemampuan teknik dan taktik militer yang diperoleh selama pendidikan juga diharapkan menjadi modal dasar untuk terus mengembangkan diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional.
KSAD mengingatkan, pelantikan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan panjang pengabdian sebagai seorang prajurit.
Karena itu, setiap prajurit diminta senantiasa memelihara kehormatan diri, menjaga nama baik satuan, serta membuktikan bahwa mereka layak menjadi bagian dari kekuatan utama TNI Angkatan Darat.
Dalam amanatnya, KSAD juga menyampaikan empat pesan penting kepada para prajurit yang baru dilantik.
Pertama, memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan sebagai sarana untuk terus belajar dan mengembangkan diri dalam setiap penugasan.
Kedua, terus mengasah ketajaman naluri militer untuk mendukung keberhasilan tugas, mengelola seluruh potensi diri, memelihara disiplin, dan tetap fokus menatap masa depan pengabdian.
Ketiga, mencurahkan kemampuan terbaik untuk menghasilkan karya nyata bagi satuan, masyarakat, dan negara di mana pun ditempatkan dan ditugaskan.
Keempat, memahami bahwa setiap tantangan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter, ketangguhan mental, dan kedewasaan sebagai seorang prajurit sejati.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh penyelenggara pendidikan serta pihak-pihak yang telah mendukung, sehingga Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai harapan,” ucapnya.
Pelantikan tersebut diharapkan menjadi awal yang baik bagi para prajurit baru dalam menjalankan tugas dan pengabdian, menjaga kepercayaan rakyat, serta menjadi kekuatan yang senantiasa hadir di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Papua dan seluruh Indonesia. (jp/fir)























