Kab Manokwari SelatanPemprov PBProvinsi Papua Barat

Kunjungi Mansel, Menteri Transmigrasi Apresiasi Inovasi Biogas TEP ITS, Pemkab Perkuat Sinergi

Memanfaatkan potensi lokal, seperti pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik, biogas, dan sumber energi listrik.

ORANSBARI, JAGATPAPUA.com– Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Manokwari Selatan, Sabtu (12/9/2026), dalam rangka meninjau pelaksanaan program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Kunjungan tersebut dipusatkan di Kawasan Agrowisata berbasis pertanian Kampung Sidomulyo, Distrik Oransbari, yang dikembangkan melalui program TEP ITS Tahun 2026. Dalam kunjungan itu, Menteri didampingi Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan dan Wakil Bupati Mesak Inyomusi, Mewakili Gubernur, Ortisan Marini, dan Forkopimda.

Kehadiran Menteri Transmigrasi menjadi momentum untuk melihat langsung berbagai inovasi teknologi tepat guna serta hasil pendampingan akademisi dan tenaga ahli TEP ITS dalam mendukung pengembangan kawasan transmigrasi di Manokwari Selatan.

Dalam agenda tersebut, Menteri meninjau produk plant reactor biogas berbasis biomassa lokal, sekaligus melihat pemanfaatan hasil olahan berupa gas untuk kebutuhan rumah tangga dan pupuk organik sebagai bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular (circular economy) berbasis ekonomi hijau (green economy).

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan hasil pengembangan biogas oleh Tim 8 TEP ITS bersama kader masyarakat penerima manfaat, serta simulasi dan uji coba pengoperasian reaktor biogas di kawasan agrowisata tersebut.

Selain inovasi di bidang energi dan pertanian, kunjungan kerja Menteri Transmigrasi juga diisi dengan sejumlah agenda pengembangan pelayanan dasar, pendidikan, dan ketahanan pangan masyarakat.

Tim 5 TEP ITS melaksanakan simulasi dan uji coba pendaftaran Kartu Keluarga (KK) serta akta kelahiran secara digital melalui laman daring. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung kemudahan akses masyarakat terhadap layanan administrasi kependudukan.

Di bidang pendidikan, dilaksanakan penyerahan dan bedah modul ajar yang mencakup literasi, numerasi, STEM sederhana, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa asli Papua. Kegiatan tersebut turut dilengkapi dengan sesi testimoni dari tenaga pendidik dan siswa.

Sementara itu, Tim 20 TEP ITS memaparkan rancangan penguatan sistem produksi Lumbung Pangan Beras Oransbari sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan di daerah.

Agenda kunjungan juga diisi dengan sesi berbagi cerita dari transmigran pertama di Kawasan Momiwaren, dilanjutkan dialog terbuka dan ramah tamah antara Menteri Transmigrasi bersama masyarakat.

Dalam kesempatan itu, turut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) penelitian berkelanjutan antara ITS dan Universitas Papua (UNIPA). Selain itu, Menteri Transmigrasi turut mengesahkan Kampung Agrowisata Transmigrasi Sidomulyo melalui penandatanganan plakat resmi.

Iftitah mengatakan, inovasi yang dikembangkan TEP ITS merupakan contoh pendekatan pembangunan yang diharapkan dapat diterapkan dalam program transmigrasi masa kini.

Ia menilai, pengembangan teknologi tepat guna yang memanfaatkan potensi lokal, seperti pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik, biogas, dan sumber energi listrik, dapat menjadi salah satu model penguatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa arah kebijakan transmigrasi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak lagi berorientasi pada pemindahan penduduk semata, melainkan pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat Papua.

Menteri Iftitah mengatakan, pembentukan kembali Kementerian Transmigrasi sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat Papua karena adanya pengalaman masa lalu. Namun, ia memastikan bahwa kebijakan transmigrasi saat ini memiliki orientasi yang berbeda.

“ Saat pertama kali Kementerian Transmigrasi dibentuk kembali oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, ada kekhawatiran dari masyarakat Papua bahwa program ini akan dilakukan seperti dulu. Saya tegaskan, tidak demikian. Perintah dan arahan Bapak Presiden adalah memakmurkan rakyat Papua,” ujar Iftitah.

Menurutnya, transmigrasi masa kini harus mampu meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penguatan keterampilan, pengembangan potensi lokal, serta penciptaan sumber-sumber ekonomi yang berkelanjutan.

Karena itu, program transmigrasi tidak boleh berhenti pada pembangunan rumah atau pemindahan penduduk. Lebih jauh, program tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat, termasuk peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi.

“Jadi bukan lagi sekadar memindahkan rumah dan penduduk, melainkan harus menjawab persoalan nyata: apakah transmigrasi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung,” tegasnya.

Dorong Transmigrasi Lokal dan Pembangunan Berkelanjutan

Iftitah mengungkapkan, sejak awal menjabat, dirinya telah melakukan kunjungan ke sejumlah wilayah Papua untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Salah satu aspirasi yang diterima adalah pelaksanaan transmigrasi lokal secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi daerah.

Ia juga menyampaikan sejumlah perkembangan di Papua Selatan, termasuk penataan hunian masyarakat serta upaya memperluas akses energi bagi wilayah yang selama puluhan tahun belum menikmati layanan listrik secara memadai.

Menurutnya, berbagai pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi dalam menyusun kebijakan transmigrasi yang lebih tepat sasaran dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Menteri turut mengajak orang asli Papua (OAP) dan seluruh kepala daerah untuk terlibat aktif dalam merancang program pembangunan. Setiap kebijakan, kata dia, harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan tidak boleh sekadar mengejar penyelesaian proyek.

Ia mencontohkan pembangunan pabrik sagu di Sorong yang menelan anggaran sekitar Rp178 miliar, namun hanya beroperasi selama beberapa bulan sebelum akhirnya berhenti.

“Kami tidak ingin proyek yang dibangun kemudian mati. Kami ingin fokus pada pemberdayaan masyarakat, sehingga apa pun yang diberikan dapat berjalan terus dan bermanfaat jangka panjang,” katanya.

Pemkab Mansel Siap Perkuat Sinergi

Sementara itu, Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan menyambut baik kunjungan dan arahan Menteri Transmigrasi. Pemerintah daerah menyatakan kesiapan untuk memperkuat kerja sama dengan kementerian dalam menyusun serta melaksanakan program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan kearifan lokal di Kabupaten Manokwari Selatan.

Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya program pemberdayaan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan infrastruktur, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Iftitah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, baik secara langsung maupun tertulis. Aspirasi tersebut selanjutnya akan dibawa ke Jakarta untuk dikaji dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah pusat.(jp/fir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta