Tekan Risiko Persalinan di Wilayah Terpencil, Dinkes Mansel Siapkan Polindes Paket Lengkap
RANSIKI, JAGATPAPUA.com– Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan melalui Dinas Kesehatan menyiapkan strategi untuk memperpendek akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil, khususnya bagi ibu hamil yang menghadapi kendala jarak dan kondisi geografis.
Salah satu langkah yang dirancang adalah pembangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes) dengan konsep paket lengkap. Fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan sebagai tempat pelayanan persalinan, tetapi juga dilengkapi sarana pendukung agar tenaga kesehatan dapat tinggal dan menjalankan tugas di kampung.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Selatan, dr. Iwan Butarbutar mengatakan, setiap unit Polindes yang diusulkan akan dilengkapi bangunan pelayanan beserta peralatan medis persalinan, rumah tinggal tenaga kesehatan, satu unit sepeda motor operasional, serta perabot dan perlengkapan rumah tangga.
Menurutnya, kelengkapan tersebut menjadi bagian penting dari konsep pelayanan karena pembangunan fasilitas kesehatan harus diikuti dengan ketersediaan tenaga yang dapat menetap dan memberikan pelayanan secara berkelanjutan.
“Kalau kita bangun gedung tetapi tidak ada petugas yang tinggal di sana, maka tujuan pelayanan tidak akan tercapai. Karena itu, kita hitung satu paket lengkap sekitar Rp2 miliar, mulai dari fasilitas pelayanan, tempat tinggal tenaga kesehatan, kendaraan operasional sampai perabot rumah tangga,” jelas Iwan.
Dekatkan Pelayanan bagi Ibu Hamil
Iwan menjelaskan, kondisi geografis sejumlah wilayah di Manokwari Selatan masih menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Tidak sedikit ibu hamil yang baru menuju fasilitas kesehatan ketika sudah mendekati waktu persalinan.
Dalam kondisi tertentu, perjalanan dari kampung menuju puskesmas dapat memerlukan waktu berjam-jam. Situasi tersebut meningkatkan risiko keterlambatan penanganan, termasuk kemungkinan ibu melahirkan di perjalanan atau di rumah tanpa pendampingan tenaga kesehatan.
“Kadang mereka terlambat datang ke fasilitas kesehatan. Banyak yang melahirkan di jalan atau di rumah tanpa pendamping tenaga kesehatan. Dengan adanya Polindes di kampung, ibu hamil bisa datang lebih awal dan tinggal di sana sampai waktu persalinan,” ujarnya.
Ia berharap pendekatan tersebut dapat mempercepat penanganan kegawatdaruratan sekaligus menekan risiko kematian ibu dan bayi akibat keterlambatan mendapatkan pelayanan.
Rumah Singgah untuk Keluarga Pasien
Selain memperkuat pelayanan di kampung, Dinas Kesehatan Mansel juga menyiapkan konsep rumah singgah bagi pasien dan keluarga yang harus datang dari distrik atau wilayah yang jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di pusat kabupaten.
Rumah singgah tersebut nantinya dirancang dengan ruang istirahat dan dapur umum. Dengan demikian, keluarga pasien tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa tempat tinggal selama menjalani proses pengobatan.
“ Keluarga pasien yang datang dari jauh sudah memikul beban biaya dan kelelahan. Kita siapkan rumah singgah yang nyaman. Mereka tinggal membawa diri, fasilitas makan dan tempat istirahat sudah disiapkan. Ini bagian dari peningkatan kualitas pelayanan yang humanis,” katanya.
Perkuat Dukungan untuk Tenaga Kesehatan
Penguatan pelayanan kesehatan juga diarahkan pada peningkatan dukungan bagi tenaga kesehatan yang bertugas di lapangan.
Dinas Kesehatan mengusulkan peningkatan tunjangan jaga malam dan lembur, serta peremajaan kendaraan ambulans yang disesuaikan dengan karakteristik medan di masing-masing distrik.
Menurut Iwan, kondisi geografis setiap wilayah berbeda sehingga sarana transportasi kesehatan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan medan yang dihadapi petugas.
Pengembangan layanan rawat inap di sejumlah puskesmas juga menjadi bagian dari peta jalan penguatan pelayanan kesehatan hingga 2028.
Di sisi lain, program penanganan stunting dan peningkatan kesehatan gigi turut menjadi perhatian karena berkaitan erat dengan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia Manokwari Selatan dalam jangka panjang.
“Semua rencana ini sudah kita masukkan dalam RPJMD 2027. Kita tidak ingin sekadar membangun fisik tanpa memikirkan siapa yang akan menjalankannya. Polindes lengkap ini adalah investasi jangka panjang, bukan hanya untuk bangunan, tetapi untuk keselamatan ibu, bayi, dan kesehatan seluruh masyarakat Manokwari Selatan,” tutupnya. (jp/fir)























