Kab Manokwari SelatanProvinsi Papua Barat

Terobosan Baru Dinkes Mansel, Siapkan Rumah Singgah dan Polindes Lengkap Dekatkan Layanan Kesehatan

RANSIKI, JAGATPAPUA.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan melalui Dinas Kesehatan menyiapkan sejumlah terobosan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah kampung dan daerah yang jauh dari pusat pelayanan.

Salah satu program yang diusulkan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2027 adalah pembangunan rumah singgah bagi tenaga kesehatan maupun keluarga pasien.

Rumah singgah tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal sementara, tetapi dilengkapi dengan perabotan rumah tangga dan fasilitas dapur. Dengan demikian, keluarga pasien yang datang dari kampung untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tidak lagi kesulitan mencari tempat tinggal maupun memenuhi kebutuhan dasar selama menjalani perawatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Selatan, dr. Iwan Butar-Butar mengatakan, penyediaan rumah singgah juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memastikan tenaga kesehatan dapat menjalankan tugas di wilayah terpencil dengan dukungan fasilitas tempat tinggal yang layak.

“Kalau tenaga kesehatan ditugaskan ke wilayah jauh, kita siapkan tempat tinggal yang layak. Sudah ada tiga unit yang disiapkan dan rencananya akan ditambah lagi. Anggaran sudah dihitung dan diharapkan dapat terealisasi pada 2027,” kata Iwan kepada awak media, Kamis (10/9/2026).

Polindes Dilengkapi Fasilitas Medis dan Kendaraan Operasional

Selain rumah singgah, lebih lanjut dr. Iwan Butar- Butar mengatakan, Dinas Kesehatan juga mengusulkan pembangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes) dengan konsep pelayanan yang lebih lengkap.

Menurut Iwan, Polindes yang direncanakan tidak sekadar membangun gedung, tetapi akan dilengkapi peralatan medis, fasilitas persalinan, tempat tinggal tenaga kesehatan, kendaraan operasional serta kebutuhan rumah tangga petugas.

“Satu unit Polindes lengkap kita hitung sekitar Rp2 miliar. Tapi bukan sekadar bangun tembok, melainkan lengkap dengan peralatan persalinan, tempat tinggal, motor hingga perabotan,” jelasnya.

Ia mengatakan, konsep tersebut ditujukan agar tenaga kesehatan memiliki dukungan fasilitas yang memadai sehingga bersedia tinggal dan memberikan pelayanan secara berkelanjutan di kampung.

Di sisi lain, keberadaan Polindes di wilayah yang jauh dari puskesmas diharapkan dapat memperpendek jarak tempuh masyarakat, khususnya ibu hamil yang membutuhkan pelayanan persalinan.

“Tujuannya agar tenaga kesehatan mau tinggal di kampung dan ibu hamil tidak perlu menempuh perjalanan jauh saat hendak melahirkan. Banyak kasus ibu melahirkan di jalan karena jarak ke puskesmas terlalu jauh. Itu yang ingin kita hindari,” tegasnya.

Fokus Jangka Panjang Tangani Stunting dan Kesehatan Gigi

Selain memperkuat infrastruktur pelayanan, Dinas Kesehatan Mansel juga menetapkan sejumlah persoalan kesehatan masyarakat sebagai fokus penanganan jangka panjang, di antaranya stunting dan kesehatan gigi.

Kedua persoalan tersebut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan dan pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Dinas Kesehatan akan menyusun program penanganannya secara bertahap melalui rencana kerja tahunan, dengan mempertimbangkan kebutuhan tenaga kesehatan, dukungan anggaran serta sarana dan prasarana yang tersedia.

Pengembangan pelayanan kesehatan juga diarahkan pada peningkatan layanan rawat inap di sejumlah puskesmas strategis hingga 2028.

Pengembangan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah sehingga tidak seluruh pelayanan kesehatan harus terpusat di wilayah perkotaan.

“Kita tidak ingin semua pelayanan hanya berpusat di kota. Kita harus membedakan penanganan antara wilayah pedalaman dan perkotaan. Semua direncanakan bertahap, tetapi harus jelas muatannya dan pasti terealisasi,” tandasnya.

Melalui berbagai program tersebut, Dinas Kesehatan Mansel menargetkan pemerataan akses pelayanan kesehatan sekaligus memastikan masyarakat di wilayah kampung memperoleh layanan yang lebih dekat, layak dan berkelanjutan. (jp/fir). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta