HeadlineKab Pegunungan ArfakPolriProvinsi Papua Barat

Hari Kelima Pencarian, TIM SAR Sisir Percabangan Sungai, Yanto Idorway Belum Ditemukan

Tim SAR Gabungan sempat memperluas area penyisiran di beberapa titik yang dinilai memiliki potensi korban tersangkut akibat derasnya arus sungai.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Operasi pencarian terhadap Yanto Idorway, korban yang diduga hanyut di Sungai Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak, memasuki hari kelima, Rabu (22/7/2026). Hingga pencarian berakhir pada sore hari, Tim SAR Gabungan masih belum berhasil menemukan korban.

Pencarian dimulai sejak pukul 08.00 WIT dengan diawali briefing dan pembagian tugas kepada seluruh personel yang terlibat. Untuk mengoptimalkan proses pencarian, Tim SAR Gabungan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir area berbeda.

SRU 1 melakukan penyisiran dari lokasi kejadian menuju aliran sungai di bagian hilir, sekaligus memeriksa sejumlah titik yang dicurigai sebagai lokasi korban tersangkut di antara bebatuan maupun material kayu yang terbawa arus.

Sementara itu, SRU 2 melakukan pencarian dari Kampung Membey ke arah hulu sungai. Tim juga memanfaatkan teknologi drone thermal untuk memetakan area pencarian dari udara dan mengidentifikasi lokasi-lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Sekitar pukul 10.00 WIT, seluruh personel telah berada di lokasi pencarian dan langsung melakukan penyisiran secara intensif di sepanjang aliran sungai. Upaya pencarian berlangsung hingga pukul 14.30 WIT dengan memperluas area penyisiran di beberapa titik yang dinilai memiliki potensi korban tersangkut akibat derasnya arus sungai.

Namun, hingga operasi hari kelima dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIT, korban atas nama Yanto Idorway belum berhasil ditemukan.

Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Kamis (23/7/2026) dengan melibatkan seluruh unsur Tim SAR Gabungan, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari, Polda Papua Barat, Polres Pegunungan Arfak, Kodim 1812/Pegaf, RSUD Kabupaten Pegunungan Arfak, keluarga korban, masyarakat setempat, serta potensi SAR lainnya.

Selama pelaksanaan operasi, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Kondisi cuaca di kawasan pegunungan yang berubah dengan cepat, kabut tebal yang membatasi jarak pandang, suhu udara yang cukup dingin, serta derasnya arus Sungai Air Terjun Memti menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencarian.

Meski demikian, Tim SAR Gabungan menegaskan akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya dan peralatan yang tersedia guna menemukan korban. Evaluasi terhadap hasil pencarian hari kelima juga telah dilakukan sebagai dasar penyusunan strategi operasi pada hari berikutnya, dengan harapan korban dapat segera ditemukan.(jp/ask). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta