Pemda Mansel Komitmen Perkuat Koperasi dan UMKM, Bupati Dorong Sinergi
Pemerintah daerah akan terus berupaya menciptakan ekosistem yang mampu mendukung perkembangan koperasi dan UMKM.

RANSIKI, JAGATPAPUA.com– Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu kekuatan ekonomi masyarakat.
Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan, mengatakan upaya tersebut membutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak, terutama antara pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Hal itu disampaikan Bernard saat membuka kegiatan Pelatihan Dasar-Dasar Koperasi se-Kabupaten Manokwari Selatan Tahun 2026, yang digelar di Penginapan Srikandi, Ransiki, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus berupaya menciptakan ekosistem yang mampu mendukung perkembangan koperasi dan UMKM. Namun, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai pemangku kepentingan.
“Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan akan terus berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan koperasi dan UMKM. Namun tentunya keberhasilan ini tidak bisa dilakukan sendirian,” kata Bernard.
Ia menilai, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, koperasi, pelaku usaha, lembaga keuangan, masyarakat, serta berbagai pihak lainnya agar koperasi dapat berkembang secara sehat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bernard juga mendorong seluruh pengurus dan anggota koperasi untuk mengembangkan usaha yang berbasis pada potensi lokal dan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, potensi sektor pertanian, perkebunan, peternakan hingga perikanan di Manokwari Selatan harus dapat dikelola melalui koperasi sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Ketika warga memiliki hasil pertanian, perkebunan, peternakan, atau perikanan, maka koperasi harus hadir membantu menyediakan sarana produksi, mengolah hasil, membuka akses pasar, dan meningkatkan nilai jual produk masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut pembangunan manusia dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.
“Kita harus meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat kelembagaan ekonomi, dan memastikan masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan,” tegasnya.
Bernard berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan pengurus dan pengelola koperasi yang memiliki kompetensi, integritas, serta semangat kewirausahaan.
Ia menginginkan koperasi di Manokwari Selatan tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu berkembang sebagai unit usaha yang sehat dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.
“Saya berharap dari kegiatan ini lahir pengurus dan pengelola koperasi yang memiliki kompetensi, integritas, dan semangat kewirausahaan—koperasi yang sehat secara kelembagaan maupun usaha, serta benar-benar bermanfaat bagi anggotanya,” harapnya.
Lebih lanjut, Bernard mengingatkan agar koperasi dikelola dengan mengedepankan kejujuran, profesionalisme, inovasi, transparansi, dan akuntabilitas.
“Kelola koperasi dengan kejujuran dan profesionalisme, kembangkan dengan inovasi, dan jadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi di tengah-tengah masyarakat,” pesannya.
Ia menegaskan, koperasi harus benar-benar menjadi rumah ekonomi bersama sekaligus alat perjuangan ekonomi masyarakat, bukan sekadar nama atau kelembagaan yang hanya tercatat di atas kertas.
“Koperasi yang kuat membutuhkan pengurus yang memiliki kemampuan manajemen yang baik, memahami tata kelola keuangan, mampu menyusun perencanaan usaha, memahami kebutuhan anggota, serta memiliki komitmen untuk menjalankan koperasi secara transparan dan akuntabel,” pungkasnya.
Bernard menambahkan, penyelenggaraan koperasi secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab merupakan kunci penting dalam mewujudkan koperasi yang sehat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.(jp/fir).























