Kehadiran ASN Rendah, Bupati Mansel Ancam Evaluasi dan Ganti Pimpinan OPD
BKPSDM Mansel Diperitnahkan segera melakukan evaluasi terhadap ASN dan Pimpinan OPD yang dinilai tidak menunjukkan komitmen dan kinerja secara maksimal.

RANSIKI, JAGATPAPUA.com — Bupati Manokwari Selatan (Mansel) menyoroti rendahnya tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam apel gabungan bulanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mansel.
Sorotan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin apel gabungan ASN di halaman Kantor Bupati Mansel, Senin (7/9/2026).
Berdasarkan rekapitulasi kehadiran apel gabungan pada Agustus 2026 yang dibacakan dalam apel, tingkat kehadiran ASN di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih tergolong rendah.
Sekretariat Daerah tercatat memiliki tingkat kehadiran 45 persen, Sekretariat DPRD 78 persen, Inspektorat 20 persen, Bapelitbang 19 persen, BPKAD 10 persen, BKPSDM 18 persen, sedangkan Dinas Kesehatan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) masing-masing hanya mencatatkan kehadiran 9 persen.
Bupati mengaku prihatin setelah mengetahui sebagian besar ASN tidak hadir dalam apel gabungan tersebut.
“Begitu saya mendengar mulai dari Sekretariat Daerah sampai di Satpol PP, saya lihat yang hadir sedikit, tapi yang tidak hadir terlalu banyak,” tegas Bupati dihadapan ASN.
Menurutnya, apel gabungan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi salah satu sarana penting bagi ASN untuk menerima arahan pimpinan sekaligus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan, rendahnya tingkat kehadiran ASN akan berpengaruh terhadap kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.
“Kalau sudah tingkat kehadirannya seperti ini, nanti kinerja juga tidak bagus karena tidak ada dukungan. Hal ini tidak boleh terulang terus. Malu sebagai pegawai negeri,” katanya.
Bupati kemudian menginstruksikan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mansel untuk segera melakukan evaluasi terhadap OPD yang dinilai tidak menunjukkan komitmen dan kinerja secara maksimal.
Ia bahkan memberikan peringatan tegas bahwa pejabat maupun ASN yang tidak menunjukkan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawabnya dapat diganti.
“Tolong segera siapkan dan perintahkan evaluasi OPD dalam waktu dekat. Kalau ada anak negeri tapi tidak punya hati untuk negeri dan masyarakatmu, saya ganti! Tidak ada cerita!” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan seluruh ASN agar mensyukuri status kepegawaian yang telah diperoleh dengan menunjukkan tanggung jawab melalui kedisiplinan dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menekankan bahwa ASN menerima hak dan menjalankan tugas dengan menggunakan anggaran negara yang bersumber dari masyarakat. Karena itu, setiap pegawai dituntut memberikan kinerja terbaik dan tidak mengabaikan tanggung jawab sebagai abdi negara.
Selain ASN, Bupati meminta seluruh pimpinan OPD meningkatkan kekompakan, proaktif dalam menjalankan tugas serta memenuhi setiap undangan rapat dan koordinasi pemerintahan.
“Jangan sampai ada undangan koordinasi yang tidak dihadiri. Kita harus kompak dan bekerja bersama-sama,” pesannya.
Bupati berharap persoalan rendahnya tingkat kehadiran ASN tidak kembali terjadi pada apel-apel berikutnya. Ia mengajak seluruh jajaran Pemkab Mansel memperbaiki disiplin, meningkatkan profesionalisme, dan memperkuat koordinasi untuk mendukung pembangunan daerah.
“Rapatkan barisan, bekerja dengan baik dan profesional. Kita bekerja untuk masyarakat dan membangun Manokwari Selatan agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.(jp/fir).























