AMIN Pegunungan Arfak Akan Gelar Rapat Kerja 2026, Evaluasi Program dan Susun Agenda 2027
Memperkuat Kapasitas Organisasi dan Sinergi untuk Mewujudkan Program Kerja AMIN yang Produktif, Inovatif, Mandiri, dan Berkelanjutan untuk Kemajuan Pegunungan Arfak.

ANGGI, JAGATPAPUA.com – Komunitas Anak Milenial Inspiratif Negeri (AMIN) Kabupaten Pegunungan Arfak akan menggelar Rapat Kerja (Raker) pada 12–14 November 2026 di Stasiun Udohotma, Kabupaten Pegunungan Arfak. Forum ini menjadi ruang evaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah program kerja untuk 2027.
Rapat kerja tersebut menjadi bagian dari upaya AMIN memperkuat kelembagaan dan memastikan program organisasi berjalan lebih terarah. Sejak dibentuk pada 2021, komunitas ini berupaya menjadi ruang bagi generasi muda Pegunungan Arfak untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta mengambil peran dalam pembangunan daerah.
AMIN membangun gerak organisasinya melalui sejumlah sektor, antara lain pertanian, peternakan, perkebunan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, kebudayaan, pemasaran, pendidikan, sosial, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Ketua Komunitas AMIN, Barto Inden, mengatakan rapat kerja bukan sekadar agenda rutin organisasi. Menurut dia, forum tersebut menjadi momentum untuk mengukur perjalanan organisasi, memperbaiki kekurangan, dan memastikan keberlanjutan gerakan anak muda di Pegunungan Arfak.
“Sejak awal AMIN dibentuk, kami memiliki semangat yang sama, yaitu menghadirkan ruang bagi anak-anak muda untuk belajar, bertumbuh, berkolaborasi, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Karena itu, organisasi harus terus bergerak dan beradaptasi dengan kebutuhan serta perkembangan zaman,” kata Barto.
Raker AMIN 2026 mengusung tema Memperkuat Kapasitas Organisasi dan Sinergi untuk Mewujudkan Program Kerja AMIN yang Produktif, Inovatif, Mandiri, dan Berkelanjutan untuk Kemajuan Pegunungan Arfak.
Dalam forum tersebut, pengurus dan anggota akan mengevaluasi pelaksanaan program sepanjang 2026. Evaluasi mencakup capaian kegiatan, hambatan yang dihadapi setiap bidang, serta langkah perbaikan yang perlu dilakukan.
Hasil evaluasi itu akan menjadi dasar penyusunan program kerja 2027. Setiap bidang diharapkan menghasilkan agenda yang terukur, realistis, dan relevan dengan potensi daerah serta kebutuhan masyarakat.
Barto menilai, kekuatan organisasi tidak cukup bertumpu pada gagasan dan semangat para pendirinya. Konsistensi, tanggung jawab, dan kesediaan seluruh anggota menjalankan keputusan organisasi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan komunitas.
“Organisasi yang kuat bukan dilihat dari seberapa banyak program yang direncanakan, tetapi dari seberapa besar komitmen kita untuk melaksanakan setiap tanggung jawab. Mari kita jadikan AMIN sebagai rumah besar untuk menyatukan ide, gagasan, kreativitas, dan tindakan nyata demi kemajuan Pegunungan Arfak,” ujarnya.
Selain merumuskan program kerja, rapat tersebut diharapkan memperkuat solidaritas, koordinasi, dan tanggung jawab kolektif di antara pengurus dan anggota.
Bagi AMIN, tantangan berikutnya bukan sekadar menyusun daftar kegiatan untuk satu tahun ke depan. Organisasi ini dituntut memastikan setiap program dapat dijalankan secara konsisten dan menghasilkan manfaat konkret bagi anggota maupun masyarakat Pegunungan Arfak.(jp/red).





