Perempuan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Swapen
Perempuan yang belum diketahui identitasnya itu diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com— Warga di sekitar kompleks SDIT Insan Mulia Terpadu, Swapen, Manokwari, dikejutkan oleh penemuan seorang perempuan yang tergeletak bersimbah darah di samping rumah warga, Sabtu, 31 Oktober 2026, sekitar pukul 16.00 WIT.
Perempuan yang belum diketahui identitasnya itu diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam. Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, korban diduga dibacok oleh suaminya sendiri setelah keduanya terlibat pertengkaran.
Seorang warga mengatakan kerumunan orang mulai berdatangan ke lokasi sekitar pukul 16.00 WIT. Namun, saat warga tiba, korban sudah tergeletak dengan luka serius di bagian leher.
“ Kejadiannya sekitar jam 4 sore, karena tiba-tiba orang sudah banyak di sini,” kata seorang warga di lokasi kejadian, seperti yang dikutip dari taburapos.co.
Menurut keterangan warga lainnya, sebelum ditemukan tergeletak, korban sempat melarikan diri dari rumahnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Korban disebut berteriak meminta pertolongan saat dikejar oleh seorang pria yang diduga suaminya.
Dalam upaya menyelamatkan diri, korban sempat menangkis serangan menggunakan tangan kirinya. Namun, senjata tajam yang diduga berupa parang akhirnya mengenai bagian leher korban.
“Korban dikejar dari rumahnya. Dia sempat tangkis pukulan dengan tangan kiri, sebelum bagian lehernya kena parang,” ujar warga yang mengaku menyaksikan kejadian tersebut.
Polisi baru tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIT, atau dua jam setelah peristiwa itu dilaporkan terjadi. Selama menunggu kedatangan aparat, warga memilih menyaksikan dari pinggir jalan dan tidak berani mendekati tubuh korban.
Sejumlah anggota kepolisian berseragam bersama personel intelijen kemudian mengamankan lokasi kejadian. Polisi juga mendatangi sebuah rumah yang diduga menjadi tempat tinggal korban dan terduga pelaku. Namun, orang yang dicari tidak ditemukan.
Sekitar pukul 18.30 WIT, tim identifikasi (Inafis) Polresta Manokwari tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara sekaligus mengevakuasi jenazah korban.
Hingga proses evakuasi berlangsung, identitas korban serta keberadaan pria yang diduga sebagai pelaku belum diketahui secara pasti.
Polisi masih perlu memastikan kronologi dan motif kejadian, termasuk dugaan keterlibatan suami korban dalam peristiwa tersebut.(jp/red).

