Dubes Afrika Selatan Jajaki Kerja Sama dengan Papua Barat, dari Perdagangan hingga Tambang
Sejumlah potensi kerja sama dibahas untuk melihat peluang yang dapat dikembangkan guna mendukung perekonomian daerah

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com— Duta Besar Republik Afrika Selatan untuk Indonesia, Mpetjane Kgaogelo Lekgoro, menemui Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin, 26 Oktober 2026. Pertemuan itu membuka penjajakan kerja sama ekonomi antara kedua pihak, terutama di sektor perdagangan, pariwisata, dan pertambangan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan politik dan perdagangan Afrika Selatan dengan Papua Barat. Sejumlah potensi kerja sama dibahas untuk melihat peluang yang dapat dikembangkan guna mendukung perekonomian daerah dan memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat.
Seusai pertemuan, Lekgoro menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Papua Barat. Ia mengatakan kunjungannya dimanfaatkan untuk mengidentifikasi sejumlah sektor yang berpeluang menjadi bidang kolaborasi.
“Kami telah memeriksa berbagai area di mana kita dapat berkolaborasi, dan saya mengadakan sejumlah pertemuan dengan berbagai organisasi untuk mendiskusikan seluruh area kerja sama,” kata Lekgoro.
Salah satu sektor yang dibahas adalah pariwisata. Papua Barat memiliki potensi wisata alam dan bahari yang dapat dikembangkan untuk menarik lebih banyak wisatawan. Hubungan dengan Afrika Selatan pun membuka peluang penjajakan promosi wisata dan pertukaran pengalaman dalam pengelolaan sektor tersebut.
Di bidang perdagangan, kedua pihak turut membicarakan kemungkinan pengembangan ekspor dan impor berbagai produk, termasuk komoditas buah-buahan dari masing-masing wilayah. Penjajakan ini berpotensi memperluas akses pasar bagi produk daerah, meski realisasinya akan bergantung pada kebutuhan pasar, kualitas komoditas, dan kesiapan pelaku usaha.
Sektor pertambangan juga masuk dalam agenda pembahasan. Kedua wilayah memiliki potensi di bidang tersebut sehingga membuka ruang untuk menjajaki bentuk kemitraan yang lebih luas. Namun, peluang itu masih memerlukan pembahasan lanjutan untuk menentukan bentuk kerja sama yang dapat direalisasikan.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam mengidentifikasi bidang-bidang yang berpotensi dikembangkan bersama. Tantangan berikutnya ialah menerjemahkan penjajakan diplomatik itu menjadi program konkret yang memberikan manfaat bagi perekonomian Papua Barat, termasuk bagi pelaku usaha lokal dan masyarakat.(jp/red).

















