Tiga Distrik di Mansel Krisis Tenaga Kesehatan, Dinkes Intensif Lobi Kemenkes RI
Minimnya tenaga kesehatan di wilayah tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
RANSIKI, JAGATPAPUA.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) terus berupaya mengatasi kekurangan tenaga kesehatan (nakes) di tiga distrik yang hingga kini masih mengalami keterbatasan pelayanan kesehatan. Ketiga distrik tersebut yakni Distrik Isim, Tahota, dan Neney.
Minimnya tenaga kesehatan di wilayah tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di daerah yang tergolong terpencil dan sulit dijangkau.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Selatan, dr. Iwan Butarbutar, mengatakan pihaknya telah menjadikan pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan sebagai salah satu program prioritas.
Kebijakan tersebut diselaraskan dengan arah pembangunan pemerintah pusat serta visi dan misi Bupati Manokwari Selatan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh wilayah.
Menurut Iwan, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah masih terbatasnya tenaga kesehatan di tiga distrik tersebut. Kebutuhan yang paling mendesak meliputi dokter, tenaga medis, analis kesehatan, perawat, petugas imunisasi, hingga bidan.
“Kami sudah menyusun dan mengajukan proposal kepada Kementerian Kesehatan sesuai mekanisme yang berlaku agar kebutuhan tenaga kesehatan di tiga distrik tersebut dapat segera dipenuhi,” ujar Iwan kepada awak media.
Selain mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat, Dinas Kesehatan juga menyiapkan berbagai alternatif pembiayaan apabila alokasi anggaran melalui skema yang diharapkan belum tersedia.
“Jika belum memungkinkan melalui sumber pendanaan tertentu, kami akan mencari alternatif lain, termasuk mengajukan dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Papua,” jelasnya.
Tak hanya itu, Dinas Kesehatan juga telah menyusun perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan secara rinci untuk disampaikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Selanjutnya, dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kebutuhan tersebut akan diperjuangkan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Iwan berharap langkah-langkah tersebut mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan sehingga penambahan tenaga kesehatan dapat segera direalisasikan. Dengan demikian, masyarakat di Distrik Isim, Tahota, dan Neney dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih optimal, merata, dan berkualitas.(jp/fir)



















