Kab Manokwari SelatanPapua BaratPemerintahan

Wapres Gibran Tanam Bibit Kakao di Mansel, Dorong Papua Barat Jadi Sentra Kakao Nasional

MANOKWARI SELATAN, JAGATPAPUA.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan penanaman bibit kakao unggulan di lahan perkebunan milik PT Ebier Suth Cokran, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat rehabilitasi perkebunan kakao sekaligus memperkuat posisi Papua Barat sebagai salah satu sentra kakao nasional.

Setibanya di lokasi, Wapres menerima pemaparan singkat terkait program rehabilitasi perkebunan kakao yang dikelola PT Ebier Suth Cokran sebelum melakukan penanaman bibit kakao bersama petani, mahasiswa, dan unsur pemerintah daerah.

Penanaman dilakukan secara simbolis bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan, serta perwakilan mahasiswa.

Bibit yang ditanam merupakan kakao klon Trinitario varietas unggulan, yakni CKR-40, CKR-13, CKR-14, dan CKR-12, sebagai bagian dari program rehabilitasi kebun kakao Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026.

Melalui program tersebut, sebanyak 2.000 hektare lahan akan dikembangkan untuk budidaya kakao di Kabupaten Manokwari Selatan. Dari jumlah tersebut, 1.800 hektare dikelola petani kakao dan 200 hektare dikelola Koperasi Ebier Suth Cokran.

Konsep pengembangannya menggunakan sistem agroforestri berkelanjutan, dengan pembagian 1.200 hektare untuk kebun kakao dan 800 hektare sebagai kawasan konservasi.

Direktur Manajemen Pemasaran dan Komunikasi PT Ebier Suth Cokran, Febri Sumbung, mengatakan kunjungan Wapres menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan industri kakao nasional yang produktif dan berkelanjutan.

Menurutnya, Wapres menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemain utama kakao dunia melalui peningkatan produktivitas, kualitas, hilirisasi, serta pengelolaan perkebunan yang ramah lingkungan.

“Beliau juga memberikan perhatian terhadap rehabilitasi kebun melalui penerapan sistem agroforestri, penanaman pohon naungan, serta penguatan kapasitas petani agar kakao Indonesia mampu bersaing di pasar global yang semakin menuntut aspek keberlanjutan dan ketertelusuran produk,” ujar Febri.

Ia menambahkan, keberadaan PT Ebier Suth Cokran juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat adat Papua. Saat ini sekitar 88 hingga 90 persen tenaga kerja perusahaan berasal dari masyarakat adat Papua yang terlibat dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari pembibitan, budidaya, panen, hingga pengolahan pascapanen.

Kunjungan Wapres tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan sektor perkebunan kakao di Papua Barat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat adat melalui pengembangan komoditas unggulan daerah.

(jp/ksn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta