Kuota Terbatas, Pendaftaran Siswa Baru di SMAN 2 Manokwari Diwarnai Protes
Total kuota yang disediakan SMAN 2 Manokwari tahun ini sebanyak 360 formulir.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Proses pendaftaran peserta didik baru di SMA Negeri 2 Manokwari diwarnai aksi protes dari sejumlah orang tua calon siswa, Rabu (1/7/2026). Protes dipicu terbatasnya kuota penerimaan sehingga banyak calon peserta didik tidak memperoleh formulir pendaftaran.
Tokoh masyarakat, Jack Wanggai,SH mengatakan para orang tua bersama calon siswa telah datang ke sekolah sejak dini hari, bahkan ada yang mulai mengantre sekitar pukul 03.00 WIT. Sementara sesuai jadwal yang ditetapkan panitia, pelayanan pendaftaran baru dibuka pada pukul 07.00 hingga 10.00 WIT.
Menurutnya, total kuota yang disediakan SMAN 2 Manokwari tahun ini sebanyak 360 formulir. Kuota tersebut terdiri atas 200 formulir untuk jalur zonasi Orang Asli Papua (OAP), sedangkan 160 formulir lainnya dialokasikan bagi jalur non-OAP, termasuk jalur prestasi dan jalur penerimaan lainnya.
Tingginya antusiasme masyarakat untuk mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut membuat seluruh formulir habis dalam waktu singkat. Akibatnya, banyak orang tua dan calon siswa yang datang setelah pukul 07.00 WIT tidak lagi memperoleh formulir pendaftaran.
Kondisi itu memicu kekecewaan para orang tua. Mereka sempat menyampaikan protes di lingkungan sekolah dan meminta penjelasan kepada pihak sekolah serta Komite Sekolah mengenai mekanisme penerimaan peserta didik baru.
Menanggapi hal tersebut, pihak Komite Sekolah menyarankan agar para orang tua mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
Ia menjelaskan, setelah mendatangi Dinas Pendidikan, berkas dan data calon siswa yang belum memperoleh formulir diterima oleh petugas. Dinas Pendidikan kemudian menyampaikan bahwa pada Jumat (3/7/2026) akan diumumkan tindak lanjut penanganan calon peserta didik yang belum mendapatkan kuota di SMAN 2 Manokwari.
Melalui pengumuman tersebut, kemungkinan para calon siswa yang belum tertampung akan diarahkan dan disalurkan ke sekolah lain yang masih memiliki daya tampung, sehingga mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan pada tahun ajaran baru.
Jack Wanggai berharap langkah para orang tua mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari dapat menghasilkan solusi terbaik bagi para calon peserta didik yang belum memperoleh kuota di SMAN 2 Manokwari.
Menurut Jack, pemerintah perlu memastikan setiap anak tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan di jenjang SMA tanpa terkendala keterbatasan daya tampung di sekolah tertentu.
Ia berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari dapat segera mengambil langkah konkret agar seluruh calon siswa yang belum mendapatkan formulir tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Menurutnya, keterbatasan kuota di satu sekolah tidak boleh menghilangkan hak anak untuk memperoleh layanan pendidikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SMAN 2 Manokwari maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari terkait kemungkinan penambahan kuota penerimaan peserta didik baru di sekolah tersebut.(jp/red).



















