Sambut Ratusan Peserta Temunas II GPKAI, Bupati Bernard Pastikan Mansel Aman Kondusif
“Dari Jakarta, Jawa, Manado hingga pegunungan Papua Barat, kita dipertemukan di Mansel. Tujuan kita bukan bangunan mewah, melainkan persekutuan yang tulus,”

RANSIKI, JAGATPAPUA.com — Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan, memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut pelaksanaan Temu Nasional (Temunas) II Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Se-Indonesia Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Manokwari Selatan.
Kepastian tersebut disampaikan Bernard saat menyambut dan menjemput ratusan peserta Temunas GPKAI yang mulai berdatangan ke Manokwari Selatan, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang berlangsung pada 25–28 September 2026 itu diikuti sekitar 600 peserta dari 52 jemaat GPKAI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Bernard mengatakan, pemerintah daerah bersama panitia telah memastikan kesiapan sejumlah lokasi yang akan digunakan selama pelaksanaan kegiatan, termasuk jalur kedatangan peserta hingga lokasi utama acara.
“Kami telah memeriksa seluruh lokasi kegiatan dan semuanya aman serta siap. Mulai dari jalur kedatangan hingga tempat acara, kami pastikan nyaman dan tertib,” kata Bernard.
Menurutnya, kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia menjadi momentum penting bagi Manokwari Selatan. Selain menjadi bagian dari agenda keagamaan, Temunas II GPKAI dinilai dapat memperkuat hubungan persaudaraan dan memperkenalkan Manokwari Selatan sebagai daerah yang terbuka bagi berbagai kegiatan berskala nasional.
Meski Manokwari Selatan merupakan kabupaten yang masih terus berbenah dalam pembangunan, Bernard menyebut hal tersebut bukan menjadi penghalang untuk memberikan pelayanan dan penyambutan terbaik kepada para peserta.
“Dari Jakarta, Jawa, Manado hingga pegunungan Papua Barat, kita dipertemukan di sini. Tujuan kita bukan bangunan mewah, melainkan persekutuan yang tulus,” kata Bupati.
Terkait aspek keamanan, Bernard menegaskan bahwa situasi kamtibmas di Manokwari Selatan hingga saat ini tetap kondusif. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana tersebut selama rangkaian Temunas berlangsung.
Ia juga menilai perkembangan pendidikan dan meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup berdampingan menjadi salah satu modal sosial dalam menjaga kedamaian di daerah.
“Dulu mungkin ada perbedaan pandangan, kini semakin banyak anak-anak yang bersekolah dan memahami hidup bersama. Itulah kekuatan kita,” katanya.
Bernard menambahkan, dukungan pemerintah daerah terhadap Temunas II GPKAI juga terlihat dari keterlibatan Ketua DPRK Manokwari Selatan yang dipercayakan sebagai Ketua Panitia pelaksana kegiatan.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur pemerintahan, gereja, masyarakat, serta aparat keamanan menunjukkan adanya semangat bersama untuk memastikan kegiatan nasional tersebut berjalan dengan baik.
“Seluruh warga kami imbau menjadi tuan rumah yang ramah, menjaga ketertiban, dan memastikan tidak ada hal yang mengganggu kenyamanan peserta selama kegiatan berlangsung,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri, khususnya Polres dan Kodim Manokwari Selatan, yang turut mendukung pengamanan kegiatan. Polres Manokwari Selatan sendiri menyiapkan 80 personel untuk mengamankan seluruh rangkaian Temunas II GPKAI.
“Saya berharap dukungan seluruh masyarakat Mansel dalam menyukseskan kegiatan ini. Terima kasih juga atas atensi pihak TNI dan Polri, khususnya Polres dan Kodim Mansel, dalam mengamankan kegiatan ini,” pungkas Bernard. (jp/fir).























