HeadlinePemprov PB

Lestarikan Budaya, Perkuat Ekonomi Mama Papua, Gubernur Wajibkan ASN Kenakan Noken Setiap Kamis

Kebiasaan mengenakan noken setiap Kamis dapat tumbuh menjadi budaya di lingkungan pemerintahan maupun dunia usaha, sehingga rasa bangga terhadap identitas Papua semakin kuat.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat mengenakan noken setiap hari Kamis sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya Papua sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya para perajin noken.

Penegasan tersebut disampaikan Dominggus usai memimpin Apel Gabungan ASN Pemerintah Provinsi Papua Barat di Plaza Universitas Papua (UNIPA), Manokwari, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, kebijakan penggunaan noken setiap Kamis sebenarnya telah diinstruksikan sejak beberapa waktu lalu. Namun, pelaksanaannya di lapangan dinilai belum berjalan secara optimal sehingga perlu kembali ditegaskan.

“Mulai sekarang saya minta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat mengenakan noken setiap hari Kamis. Hal yang sama juga diharapkan diterapkan oleh pegawai di lingkungan BUMN, BUMD, maupun instansi lainnya,” kata Gubernur Dominggus.

Ia menjelaskan, penggunaan noken bukan sekadar bagian dari penampilan, melainkan wujud nyata pelestarian salah satu identitas budaya masyarakat Papua yang telah diakui dunia. Selain itu, meningkatnya penggunaan noken juga diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan mama-mama Papua yang menggantungkan penghasilan dari kerajinan anyaman tersebut.

Momentum penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, lanjut Dominggus, menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan hasil kerajinannya kepada ribuan peserta dan tamu yang datang dari 38 provinsi.

“Kita harapkan para pegawai bisa membeli noken. Tidak dipaksa, tetapi kalau ada rezeki lebih, belilah noken. Harganya juga bervariasi, ada yang murah dan ada yang mahal, tergantung bahan dan tingkat kesulitannya,” Ujar Gubernur.

Dominggus berharap kebiasaan mengenakan noken setiap Kamis dapat tumbuh menjadi budaya di lingkungan pemerintahan maupun dunia usaha, sehingga rasa bangga terhadap identitas Papua semakin kuat.

“Ini adalah salah satu identitas orang Papua yang harus kita tunjukkan. Dengan memakai noken, kita juga ikut membantu meningkatkan ekonomi mama-mama Papua yang membuat anyaman tersebut,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dominggus menilai penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV tidak hanya menjadi ajang kompetisi paduan suara gerejawi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Menurutnya, tingkat hunian hotel dan penginapan meningkat, aktivitas transportasi semakin ramai, destinasi wisata dipadati pengunjung, serta pelaku UMKM memperoleh kesempatan lebih luas untuk memasarkan berbagai produk lokal.

“Pesparawi bukan hanya tentang meraih gelar juara dan memperebutkan Piala Presiden, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat Papua Barat. Momentum ini harus dimanfaatkan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.(jp/ask).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta