PKKMB IHTP Papua Harus Jadi Ruang Menjaga Marwah Mahasiswa dan Institusi
Pelaksanaan PKKMB di lingkungan IHTP Papua harus terbebas dari segala bentuk kekerasan, baik secara fisik maupun verbal

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Papua, Dr. Filep Wamafma, menegaskan bahwa pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) harus menjadi ruang pembentukan karakter, keteladanan, sekaligus momentum untuk menjaga marwah mahasiswa dan institusi.
Hal tersebut disampaikan Filep saat membuka kegiatan PKKMB IHTP Papua Tahun Akademik 2026/2027 di GOR Sanggeng, Manokwari, Senin (10/8/2026).
Filep menekankan, pelaksanaan PKKMB di lingkungan IHTP Papua harus terbebas dari segala bentuk kekerasan, baik secara fisik maupun verbal. Sebaliknya, seluruh rangkaian kegiatan harus dikemas dengan pendekatan yang humanis, edukatif, penuh keakraban, serta mampu membangun suasana kekeluargaan antara mahasiswa senior, panitia dan mahasiswa baru.
“Tidak ada lagi yang disebut dengan kekerasan atau yang kasar-kasar. Kita fair play. Kita harus menjunjung tinggi kejujuran, kewibawaan dan martabat kita,” tegasnya.
Menurut Filep, mahasiswa senior dan panitia memiliki posisi penting dalam menentukan kesan pertama mahasiswa baru terhadap kehidupan kampus. Karena itu, peran mereka bukan untuk menekan ataupun merendahkan mahasiswa baru, melainkan membimbing, membina, memberikan pemahaman serta membangun hubungan yang dilandasi rasa saling menghormati.
Ia mengingatkan bahwa PKKMB bukan sekadar kegiatan seremonial untuk mengenalkan lingkungan kampus, tetapi harus menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk memahami nilai, budaya akademik, etika dan tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar IHTP Papua.
“Mahasiswa senior dan panitia harus membimbing, membina dan membangun silaturahmi dengan mahasiswa baru. Jangan melakukan tindakan yang dapat merendahkan atau menyakiti,” ujarnya.
Kepada mahasiswa baru, Filep mengatakan bahwa memasuki perguruan tinggi merupakan momentum bersejarah dalam perjalanan kehidupan mereka. Sebab, keputusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Menurutnya, setiap mahasiswa datang ke IHTP Papua dengan membawa harapan, cita-cita dan mimpi masing-masing. Karena itu, proses pendidikan harus dijalani dengan kesungguhan, kedisiplinan dan semangat untuk terus berkembang.
Filep juga mengingatkan agar keberagaman latar belakang dan program studi tidak menjadi sekat yang memisahkan mahasiswa.
IHTP Papua saat ini menaungi mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan, mulai dari hukum, ilmu pemerintahan, manajemen rekayasa hingga teknik. Namun, seluruh mahasiswa memiliki identitas yang sama sebagai bagian dari keluarga besar IHTP Papua.
“Di sini tidak ada mahasiswa hukum, tidak ada mahasiswa ilmu pemerintahan, tidak ada mahasiswa manajemen rekayasa. Di sini adalah mahasiswa Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua,” katanya.
Pesan tersebut, lanjut Filep, menjadi penting agar mahasiswa sejak awal membangun rasa persaudaraan, solidaritas dan kebersamaan. Perbedaan disiplin ilmu justru harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan di Papua.
Lebih lanjut, Filep mengingatkan bahwa kecerdasan akademik semata belum cukup untuk membentuk seorang sarjana yang berkualitas.
Mahasiswa, kata dia, harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif dan adaptif. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, mahasiswa juga dituntut mampu memahami perubahan zaman serta memanfaatkannya secara positif.
“Mahasiswa harus mampu mengikuti perkembangan informasi dan teknologi, berpikir kritis, kreatif dan adaptif, serta mampu menciptakan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” jelasnya.
Ia menilai, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter, integritas dan kepekaan terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
Filep meyakini mahasiswa IHTP Papua mampu menjawab tantangan tersebut apabila bersungguh-sungguh menjalani seluruh proses pendidikan.
Ia berharap mahasiswa baru tidak hanya menjadikan kampus sebagai tempat memperoleh gelar akademik, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun karakter, memperluas wawasan, mengasah kemampuan dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan di Tanah Papua.
“Jalani proses ini dengan sungguh-sungguh. Bangun persaudaraan, jaga nama baik diri sendiri dan institusi, serta jadilah mahasiswa yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.(jp/alb).






