Empat Jam Proses Autopsi Jenazah Yanto Idorway, Sejumlah Sampel Organ Ini Dikirim ke Laboratorium Jakarta
Seluruh tahapan pemeriksaan berjalan aman, tertib, dan kondusif dengan dukungan penuh dari keluarga korban maupun masyarakat.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Tim gabungan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Papua Barat bersama dokter forensik, dr. Jimmy Sembay, telah merampungkan proses autopsi terhadap jenazah almarhum Yanto Idorway, Kamis (30/7/2026).
Proses autopsi berlangsung selama kurang lebih empat jam, dimulai sekitar pukul 15.00 WIT dan berakhir pada pukul 19.30 WIT. Seluruh tahapan pemeriksaan berjalan aman, tertib, dan kondusif dengan dukungan penuh dari keluarga korban maupun masyarakat yang turut mengawal proses tersebut.
Dokter Forensik dr. Jimmy Sembay menjelaskan, kondisi jenazah saat dilakukan autopsi telah memasuki fase pembusukan karena korban berada di dalam air selama beberapa hari sebelum ditemukan.
Meski demikian, tim forensik tetap dapat melaksanakan pemeriksaan secara menyeluruh, baik pemeriksaan luar maupun pemeriksaan dalam, sesuai dengan standar prosedur kedokteran forensik.
Setelah seluruh pemeriksaan fisik selesai dilakukan, tim kemudian mengambil sejumlah sampel jaringan organ tubuh untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di laboratorium forensik rujukan di Jakarta.
Pengambilan sampel tersebut bertujuan untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah. Di antaranya dilakukan pemeriksaan terhadap bagian tubuh yang diduga mengalami luka guna mengetahui apakah luka tersebut terjadi sebelum korban meninggal atau setelah meninggal dunia.
Selain itu, tim juga mengambil sampel organ paru-paru untuk mengetahui ada tidaknya air di dalam paru-paru sebagai bagian dari analisis penyebab kematian.
Sementara itu, pihak kepolisian menyampaikan bahwa seluruh sampel akan segera dikirim ke laboratorium rujukan di Jakarta. Namun, waktu keluarnya hasil pemeriksaan belum dapat dipastikan karena laboratorium tersebut juga menangani sampel dari berbagai daerah di Indonesia.
Meski demikian, penyidik memastikan akan terus melakukan koordinasi dan monitoring agar proses pemeriksaan laboratorium dapat berjalan secepat mungkin sehingga hasilnya segera diterima.
Hasil uji laboratorium nantinya akan dipadukan dengan hasil autopsi untuk menghasilkan kesimpulan medis yang komprehensif dan objektif. Kesimpulan tersebut akan menjadi bagian penting dalam mendukung proses penyidikan yang sedang dilakukan kepolisian.
Setelah seluruh rangkaian autopsi dinyatakan selesai, jenazah almarhum diserahkan kembali kepada penyidik untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.
Pihak kepolisian dan tim medis mengimbau keluarga serta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Mereka menegaskan bahwa kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian baru dapat disampaikan setelah seluruh hasil analisis ilmiah selesai dan dikaji secara menyeluruh.(jp/alb).

