Ekonomi & BisnisKab KaimanaKab ManokwariKab Pegunungan ArfakPemprov PBProvinsi Papua Barat

Jafar Werfete Fokus Konsolidasi dan Penguatan Tata Kelola Wisata Dongkrak PAD Papua Barat

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Jafar Werfete, menegaskan langkah awal yang akan dilakukan usai dilantik adalah memperkuat konsolidasi internal organisasi serta membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata dan kebudayaan di Papua Barat.

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata tidak dapat dilakukan secara sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen dalam konsep pentahelix pariwisata.

“Karena ini saya juga baru dilantik, maka hal pertama yang dilakukan tentu membangun konsolidasi internal dinas, membangun persepsi yang sama, lalu menyesuaikan program-program dengan visi dan misi gubernur,” ujar Jafar kepada wartawan di Manokwari.

Ia mengatakan, pihaknya juga akan fokus menyelesaikan sejumlah dokumen perencanaan strategis serta memperkuat koordinasi dengan stakeholder pariwisata di Papua Barat.

“Kita tidak bisa sendiri membawa gerbong besar pengembangan kebudayaan dan pariwisata tanpa dukungan semua stakeholder. Karena itu konsolidasi internal dan eksternal menjadi prioritas utama,” katanya.

Jafar menilai Papua Barat memiliki potensi besar di sektor budaya dan pariwisata. Keberagaman lebih dari 20 suku bangsa serta kekayaan alam disebut menjadi daya tarik utama yang dimiliki Papua Barat.

“Kalau bicara potensi kebudayaan dan pariwisata, kita punya atraksi yang luar biasa. Kita punya lebih dari 20 suku bangsa dan kekayaan alam yang sangat besar,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengakui pengembangan destinasi wisata masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait infrastruktur, amenitas, dan akses menuju lokasi wisata.

Menurutnya, akses transportasi dari luar menuju Manokwari saat ini sudah cukup baik, tetapi akses menuju objek wisata di daerah masih terbatas sehingga menyebabkan biaya wisata menjadi mahal.

“Karena akses menuju objek wisata masih terbatas, akhirnya biaya wisata menjadi mahal. Ini yang harus kita upayakan supaya wisata bisa terjangkau dan dinikmati banyak orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan sektor pariwisata juga diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Papua Barat melalui penguatan tata kelola destinasi wisata dan penyusunan regulasi yang jelas.

“Kita akan meningkatkan tata kelola kawasan wisata maupun desa-desa wisata yang sudah berjalan. Kita buat regulasi yang baik sehingga bisa membuka ruang fiskal yang besar bagi penerimaan PAD,” katanya.

Jafar menyebut sejumlah desa wisata yang saat ini menjadi perhatian pemerintah daerah di antaranya Desa Wisata Udhotma dan Wauw di Manokwari, Nama Tota di Kaimana, serta Maas, Arguni dan Kokas di Fakfak.

“Saya kira semua akan menjadi prioritas kita. Papua Barat punya banyak destinasi wisata yang sudah berjalan dan tinggal dikelola lebih baik agar bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tandasnya. (jp/jn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta