AdatPapua BaratSosial Budaya

Masyarakat Isenebuai Swadaya Bangun Desa Wisata, Solusi Lapangan Kerja Cegah Kriminalitas

Meski belum direspons Dinas Pariwisata Wondama, Kampung Isenebuai nekat mencanangkan Desa Wisata swadaya demi membuka lapangan kerja bagi pemuda pesisir.

TELUK WONDAMA, JAGATPAPUA.com — Meski belum mendapatkan respons resmi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Teluk Wondama, masyarakat adat Kampung Isenebuai, Distrik Rumberpon, berkomitmen bergerak secara swadaya mencanangkan kampung mereka sebagai Desa Wisata, Sabtu (16/5/2026).

Langkah nekat berswadaya ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda dan membentengi ketahanan sosial masyarakat adat di wilayah pesisir.

Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberai, Dr. Markus Waran, ST, M.Si menegaskan, gerakan mandiri ini sengaja digulirkan agar pemerintah daerah terstimulus untuk menurunkan program bantuan pembangunan fisik pariwisata. Selain itu, langkah ini dinilai efektif meredam potensi konflik keamanan dan kriminalitas akibat pengangguran.

“Kita cari solusi lapangan kerja supaya anak-anak muda bisa kerja secara produktif. Jika mereka sibuk mengelola wisata swadaya, mereka punya aktivitas positif sehingga terhindar dari tindakan kriminal atau gerakan yang bertentangan dengan program pemerintah,” tegas Dr. Markus Waran.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat yang juga Pegawai GKI Klasis Manokwari Selatan, Orgenes Rumbiak menyatakan, pembagian wilayah hak ulayat antarmarga di sepanjang Pantai Anyeri hingga Abu Sore sudah diatur sejak zaman nenek moyang, sehingga kemandirian pengelolaan di tingkat tapak sangat solid.

Mengingat letak geografis Rumberpon yang berada di wilayah perbatasan laut strategis, inisiatif swadaya masyarakat ini diharapkan mampu memicu sinergi lintas daerah. Harapan dukungan ke depan tidak hanya bertumpu pada Pemkab Teluk Wondama, tetapi juga dari kabupaten sekitar yang memiliki kedekatan akses, seperti Kabupaten Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, dan Kabupaten Manokwari.

Hal ini diperkuat dengan kehadiran Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan, S.IP di lokasi acara, yang memberikan sinyal positif atas potensi kolaborasi pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata antar-kabupaten di masa depan.(jp/alb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta