Terima Kunjungan DPD RI, Perum Bulog Manokwari Pastikan Stok Aman Hingga Akhir Tahun

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Anggota DPD RI, Dapil Papua Barat, Abdullah Manaray,ST melakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog Manokwari, untuk memastikan ketersediaan Stok pangan Papua Barat hingga akhir tahun 2026.
Abdullah Manaray bersama rombongan tiba di Gudang Bulog Manokwari pukul 10.35 WIT, pada Rabu (13/5/2026). Mereka diterima langsung oleh Kepala Perum Bulog Cabang Manokwari, Sheika Irawaty dan jajaran.

Sheika memastikan stok beras di wilayah Manokwari dan Papua Barat masih dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026. Stok beras medium yang tersedia di gudang Bulog Manokwari saat ini mencapai sekitar 533 ton.
“Untuk stok kami yang ada di Manokwari saat sekarang ini ada sekitar 533 ton untuk beras medium Bulog. Sementara di pelabuhan juga ada sekitar 300 ton yang masih dalam tahap pembongkaran,”sebutnya.
Selain itu, kata dia, Bulog juga tengah menunggu pasokan tambahan sebanyak 1.075 ton beras dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan yang saat ini dalam perjalanan. Sedangkan 850 ton lainnya masih dalam tahap persiapan muat.
Stok yang tersedia saat ini lebih lanjut Sheike Irawaty, diperkirakan mencukupi hingga akhir Mei. Namun jika seluruh pasokan tambahan direalisasikan, maka stok beras dipastikan aman hingga Desember 2026.
“Kalau semua direalisasikan berarti stok untuk Manokwari aman sampai dengan Desember,” katanya.
Selain menjaga stok pangan, Bulog Papua Barat juga tengah menyalurkan bantuan pangan pemerintah untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Penyaluran bantuan saat ini dilakukan ke Kabupaten Teluk Bintuni sebanyak 202 ton beras. Setelah itu penyaluran akan dilanjutkan ke enam distrik di Kabupaten Manokwari serta Kabupaten Teluk Wondama dengan alokasi sekitar 130 ton.
“Bantuan pangan yang diberikan pemerintah berupa beras kemasan 10 kilogram dan minyak goreng dua liter untuk dua bulan. Jadi total masyarakat menerima 20 kilogram beras dan empat liter minyak,” jelasnya.
Ia menambahkan, Bulog juga terus melakukan operasi stabilisasi harga melalui penyediaan beras SPHP dan minyak goreng di sejumlah pasar di Manokwari, seperti Pasar Wosi dan SP2.
Menurutnya, hingga saat ini harga beras di Papua Barat masih stabil dan belum mengalami kenaikan.
“Kami tetap melakukan penyebaran kepada mitra-mitra Bulog baik di pasar maupun di luar pasar sehingga masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau,” ucapnya.
Terkait pengawasan harga pangan di pasaran, Sheike menegaskan Bulog bersama Satgas Pangan terus melakukan pemantauan guna mencegah adanya permainan harga yang dapat memicu inflasi daerah.
“Satgas pangan juga akan turun karena tingkat inflasi berpengaruh kepada pemerintah dan semua lini ikut memantau harga di pasaran,” katanya.
Ia juga mengakui tantangan terbesar distribusi pangan di Papua Barat masih berkaitan dengan kondisi geografis dan medan yang cukup berat, terutama di wilayah Pegunungan Arfak dan Teluk Bintuni.
“Kalau tantangannya pasti medan. Tapi alhamdulillah selama ini penyaluran tetap berjalan dan tidak ada hambatan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia berharap adanya dukungan dari DPD RI untuk pembangunan gudang Bulog di beberapa wilayah Papua Barat seperti Teluk Wondama, Teluk Bintuni dan Pegunungan Arfak guna memperkuat distribusi dan cadangan pangan pemerintah di daerah.
“Kami berharap ada dukungan pembangunan gudang di beberapa titik Papua Barat karena wilayahnya luas dan kebutuhan distribusi pangan juga terus meningkat,” tandasnya. (jp/ask)














