AdatHeadlinePapua BaratSosial Budaya

Buka Sasi 3 Tahun, Kampung Isenebuai Dicanangkan Jadi Desa Wisata Mandiri

TELUK WONDAMA, JAGATPAPUA.com — Masyarakat adat Kampung Isenebuai, Distrik Rumberpon, Kabupaten Teluk Wondama resmi mencanangkan wilayahnya sebagai Kampung Wisata berbasis kemandirian lokal.

Pencanangan ini ditandai dengan prosesi ritual adat dan ibadah pembukaan Sasi laut yang telah ditutup selama tiga tahun penuh, Sabtu (16/5/2026).

Momentum penting ini dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberai Dr. Markus Waran, ST, M.Si, Bupati Kabupaten Manokwari Selatan Bernard Mandacan, S.IP, Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) A.G Martana, S.Hut., MH, serta Anggota DPRD Petrus Makbon.

Dr. Markus Waran, ST, M.Si Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberai

Ketua DAP Wilayah III Doberai sekaligus Ketua Panitia Acara, Dr. Markus Waran, ST, M.Si menyatakan, sasi yang berjalan selama tiga tahun ini merupakan komitmen bersama antarmarga pemilik hak ulayat di wilayah Pasir Panjang untuk memproteksi biota laut dari kerusakan.

“Hari ini kesepakatan sasi berkomitmen dengan Tuhan dibongkar atau dibuka kembali. Melalui pencanangan pencabutan sasi hari ini secara swadaya, kami berharap pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten terdekat, dapat melihat keseriusan masyarakat dan ikut mendukung infrastruktur wisata di sini,” ujar Markus Waran dalam sambutannya, Sabtu (16/5).

Kawasan wisata yang dicanangkan ini meliputi bentangan Pasir Panjang sepanjang 7 kilometer, mulai dari batu sejarah Indauki, Anyeri, Manipi, Nandesawai, hingga Abu Sore.

Ke depan, destinasi ini akan dikelola secara mandiri oleh masyarakat adat setempat melalui pembangunan pondok wisata berarsitektur khas Rumberpon.(jp/alb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta