Gubernur Papua Barat Lepas Kontingen Temunas GPKAI Menuju Manokwari Selatan
Pemerintah menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya Temu Nasional GPKAI, karena gereja adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun umat yang beriman, berkarakter, dan bermoral.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Pemerintah Provinsi Papua Barat memberikan apresiasi atas pelaksanaan Temu Nasional (Temunas) unsur kategorial Persekutuan Kaum Bapak (PKB), Persekutuan Wanita (PW), Persekutuan Anggota Muda (PAM), serta Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) se-Indonesia.
Temunas tersebut dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Manokwari Selatan pada 25–28 September 2026 dan diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah pelayanan GPKAI.
Apresiasi itu disampaikan Gubernur Papua Barat melalui Kepala Dinas Sosial Papua Barat, Lazarus Indou, saat melepas kontingen peserta Temunas dalam ibadah pelepasan di Manokwari, Kamis (24/9/2026).
Dalam sambutan gubernur yang dibacakannya, Lazarus mengatakan Temunas bukan sekadar agenda pertemuan antarkategorial, tetapi menjadi momentum penting untuk mempererat persekutuan, berbagi pengalaman, serta memperkuat iman dan karakter jemaat.
“Pemerintah menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, karena gereja adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun umat yang beriman, berkarakter, dan bermoral,” ujar Lazarus.
Menurutnya, gereja memiliki peran penting dalam membangun kehidupan keluarga dan masyarakat yang berlandaskan kasih, sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan kehidupan yang damai di Tanah Papua.
Karena itu, pembinaan terhadap unsur PKB, PW, PAM, serta PAR dinilai penting untuk memperkuat peran setiap kategorial dalam kehidupan bergereja maupun dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
Lazarus juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga kedisiplinan, kekompakan, ketertiban, dan saling menghormati selama mengikuti seluruh rangkaian Temunas di Manokwari Selatan.
“Saya bangga melihat semangat para peserta yang siap berangkat membawa nama GPKAI dan Papua Barat. Jadikan diri kalian sebagai duta kasih dan perdamaian, tunjukkan keramahan khas Papua Barat, serta pulanglah dengan wawasan baru untuk membangun daerah dan jemaat masing-masing,” pesannya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua Barat akan terus membangun sinergi dengan lembaga keagamaan dan gereja sebagai mitra dalam mendukung pembangunan masyarakat yang damai, berkarakter, dan sejahtera.
Sementara itu, Ketua Majelis Umum GPKAI se-Indonesia, Pdt. Pilipus Manggaprow, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya ibadah pelepasan sekaligus keberangkatan peserta menuju Kabupaten Manokwari Selatan.
Ia mengajak seluruh peserta mengikuti Temunas dengan tertib serta menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk memperkuat pelayanan di masing-masing wilayah.
“Kita bersyukur dan bersukacita karena kita ada di sini untuk mengikuti ibadah pelepasan menuju Mansel. Setelah mengikuti Temunas, kita bawa berkat untuk wilayah pelayanan kita, terutama kemajuan di setiap kategorial yang dilayani. Mari kita tertib mengikuti Temunas,” ujar Pilipus.
Temunas unsur kategorial GPKAI se-Indonesia di Manokwari Selatan dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 25 hingga 28 September 2026. Kegiatan ini menjadi momentum persekutuan sekaligus penguatan pelayanan PKB, PW, PAM, dan PAR di lingkungan GPKAI. (jp/alb)























