Dinas KehutananPemprov PB

Dishut Papua Barat Siapkan KTH Tampil di PENAS Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Kehutanan (Dishut) terus mematangkan persiapan menjelang keikutsertaan pada Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang akan digelar di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada 20–25 Juni 2026.

Kegiatan nasional yang akan diikuti seluruh provinsi di Indonesia tersebut mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan guna Mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045.”

Kepala Bidang Perlindungan dan Penyuluhan Kehutanan (PPK) Dinas Kehutanan Papua Barat, Firaon Ullo, S.Hut., M.Sc, mengatakan Papua Barat akan berpartisipasi dengan mengikutsertakan sejumlah Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan dari tiga kabupaten, yakni Kabupaten Fakfak, Manokwari Selatan, dan Teluk Wondama.

Menurutnya, PENAS merupakan wadah strategis untuk membangun kemandirian, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat semangat dan tanggung jawab para pelaku utama di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.

“Untuk Papua Barat, Dinas Kehutanan akan mengikutsertakan beberapa KTH binaan dari Kabupaten Fakfak, Manokwari Selatan, dan Teluk Wondama. Selama ini kelompok-kelompok tersebut aktif mengembangkan berbagai produk hasil kehutanan yang memiliki potensi ekonomi cukup besar,” ujar Firaon di Manokwari, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, keikutsertaan KTH dalam PENAS 2026 tidak hanya bertujuan mengikuti rangkaian kegiatan nasional, tetapi juga menjadi sarana promosi berbagai produk unggulan kehutanan Papua Barat kepada peserta dari seluruh Indonesia.

Berbagai hasil produksi yang selama ini dikembangkan oleh KTH binaan akan dipamerkan sebagai bentuk promosi potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama dan perluasan akses pasar.

“Melalui kegiatan ini, para KTH dapat memperkenalkan produk unggulan Papua Barat kepada daerah lain, sekaligus memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha mereka,” katanya.

Firaon berharap partisipasi dalam PENAS 2026 dapat menjadi motivasi bagi seluruh KTH binaan untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas produk yang dihasilkan sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar nasional maupun internasional.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan kawasan hutan yang produktif dan berkelanjutan. KTH diharapkan terus mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi berbasis kehutanan, seperti agroforestri, budidaya tanaman kehutanan, pengelolaan hutan rakyat, serta pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK), tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan.

“Kami berharap KTH semakin aktif mengelola kawasan hutan secara lestari. Dengan demikian, manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat, sementara fungsi ekologis hutan tetap terjaga untuk generasi mendatang,” tutupnya. (jp/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta