Bupati Mansel Tegaskan Disiplin ASN, Masalah Keuangan Pribadi Bukan Alasan Mangkir Kerja
Kebiasaan yang tidak mencerminkan sikap seorang aparatur yang memiliki tanggung jawab terhadap tugas pemerintahan.
RANSIKI, JAGATPAPUA.com – Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan, kembali menegaskan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Bernard saat memimpin apel bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan di Ransiki, Senin (21/9/2026).
Dalam arahannya, Bupati menyoroti sikap sejumlah ASN yang dinilai masih belum menunjukkan kedisiplinan, bahkan saat apel sedang berlangsung. Sebagian pegawai terlihat belum segera masuk dalam barisan, masih berkumpul dan berbincang di bagian belakang, serta berjalan santai meski arahan untuk membentuk barisan telah disampaikan.
Bernard menilai kebiasaan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang aparatur yang memiliki tanggung jawab terhadap tugas pemerintahan.
“Belum diangkat menjadi pimpinan, belum menjadi eselon II atau eselon III, sudah menunjukkan cara-cara yang tidak bagus. Atur diri dengan baik, kelola diri dengan baik,” tegasnya.
Menurutnya, kedisiplinan harus dimulai dari kesadaran setiap individu ASN untuk mengatur dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Ketertiban dalam mengikuti apel maupun menjalankan tugas sehari-hari merupakan bagian dari etika kerja yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik.
Selain persoalan ketertiban saat apel, Bernard juga menyoroti tingkat kehadiran ASN yang dinilai masih rendah. Ia menyebut persoalan keuangan pribadi, khususnya beban cicilan atau kredit yang cukup besar, menjadi salah satu kondisi yang dihadapi sebagian pegawai.
“Banyak ASN yang sudah kredit, sampai ada yang kadang gajinya sudah tidak ada. Sehingga ini mungkin salah satu hal yang membuat ASN tidak bisa datang kerja,” ungkapnya.
Meski demikian, Bernard menegaskan persoalan keuangan pribadi tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan kewajiban sebagai ASN.
Ia juga meminta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih cermat dalam memberikan persetujuan administrasi bagi pegawai yang hendak mengambil kredit, agar tidak menimbulkan persoalan yang pada akhirnya berdampak terhadap kemampuan pegawai dalam menjalankan tugas kedinasan.
“Tidak boleh tanda tangan dulu kalau ada yang kredit,” pesannya kepada para pimpinan OPD.
Bupati menegaskan, peningkatan disiplin ASN merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Manokwari Selatan. Menurutnya, pemerintahan tidak akan berjalan maksimal apabila aparatur yang menjadi ujung tombak pelayanan tidak menunjukkan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawabnya.
“Kalau cara-cara seperti ini, kapan mau memajukan Kabupaten Manokwari Selatan ini?” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bernard juga mengingatkan seluruh jajaran Pemkab Mansel mengenai dua agenda besar yang tengah dipersiapkan pemerintah daerah. Kedua agenda tersebut membutuhkan kesiapan, koordinasi, serta keterlibatan aktif seluruh ASN.
Karena itu, ia meminta kedisiplinan tidak hanya ditunjukkan saat apel, tetapi menjadi budaya kerja dalam keseharian. Kehadiran, ketepatan waktu, ketertiban, serta kesungguhan dalam menjalankan tugas dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan efektif.
Bernard berharap seluruh pimpinan OPD dapat menjadi contoh bagi bawahannya sekaligus melakukan pengawasan secara konsisten terhadap kedisiplinan pegawai di lingkungan kerja masing-masing.(jp/fir).























