UPDATE Korban Ledakan Bom PD II di Biak Bertambah Jadi 6 Orang, Jibom Musnahkan Granat dan Proyektil
Hingga hari ketiga pencarian, tiga warga masih dinyatakan hilang, yakni Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45), dan Anis Marandof (27).

BIAK, JAGATPAPUA.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan diduga bom peninggalan Perang Dunia II di kawasan Kompleks Perikanan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, bertambah menjadi enam orang.
Perkembangan terbaru tersebut disampaikan Tim Gabungan dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiwan, Selasa (2/6/2026) malam.
Kapolres menjelaskan, korban meninggal dunia sebelumnya berjumlah lima orang. Namun, satu korban yang sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Biak akhirnya meninggal dunia pada Selasa dini hari.
Korban tersebut diketahui bernama Mina Puadi (51). Dengan demikian, jumlah korban meninggal dunia kini mencapai enam orang, sementara korban luka-luka tercatat sebanyak 18 orang.
Adapun enam korban meninggal dunia masing-masing Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), Isril Raubaba (5), dan Mina Puadi (51).
Sementara itu, hingga hari ketiga pencarian, tiga warga masih dinyatakan hilang, yakni Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45), dan Anis Marandof (27).
Dalam operasi penanganan pascaledakan, Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua telah melakukan pemusnahan terhadap dua granat dan dua proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian.
“Pada hari ini Tim Jibom telah memusnahkan satu granat nanas, satu granat manggis, serta dua proyektil yang sebelumnya telah diamankan dan dihilangkan kandungan amunisinya dengan pola digergaji,” ujar Kapolres.
Selain itu, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan pemerintah daerah juga menemukan lima serpihan tubuh di sekitar lokasi ledakan. Temuan tersebut selanjutnya akan diidentifikasi oleh tim terkait.
Kapolres menegaskan bahwa area ring satu di lokasi kejadian hingga saat ini belum dinyatakan steril maupun aman karena masih berpotensi terdapat benda berbahaya yang belum teridentifikasi.
Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak memasuki kawasan tersebut demi keselamatan bersama.
“Ring satu masih dalam proses sterilisasi oleh Tim Jibom Gegana Polda Papua. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi karena masih berpotensi membahayakan,” katanya.
Saat ini, fokus pencarian tiga korban yang masih hilang diarahkan ke wilayah pesisir pantai atau ring dua. Tim gabungan terus melakukan penyisiran darat dan laut untuk mempercepat proses evakuasi.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila menemukan, mengetahui, atau bahkan menyimpan benda-benda yang diduga merupakan bom, amunisi, granat, maupun bahan peledak lainnya.
“Kami meminta kerja sama seluruh masyarakat. Jika menemukan benda mencurigakan yang diduga peninggalan perang, segera laporkan kepada aparat keamanan. Benda-benda tersebut sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan masyarakat maupun petugas yang sedang bertugas di lapangan,” tegasnya.
Pencarian terhadap tiga korban hilang akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan, sementara proses sterilisasi lokasi ledakan masih berlangsung guna memastikan kawasan tersebut benar-benar aman dari sisa bahan peledak peninggalan perang.(jp/fir).




















