Perkuat Investasi, Imigrasi dan PT Conch West Papua Cement Teken Kerja Sama TPI di Manokwari
Sebagai Langkah strategis untuk memfasilitasi kelancaran arus lalu lintas masyarakat dan mendukung iklim investasi di Papua Barat.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan resmi melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Conch West Papua Cement, Rabu (15/7/2026).
Kerja sama ini difokuskan pada penyelenggaraan layanan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) pada Terminal Khusus PT Conch West Papua Cement di Manokwari. Langkah strategis ini dilakukan untuk memfasilitasi kelancaran arus lalu lintas masyarakat dan mendukung iklim investasi di Papua Barat.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Papua Barat, Asrul, menyatakan bahwa seluruh persyaratan administratif untuk pembentukan TPI di terminal khusus tersebut telah terpenuhi.
“Seluruh persyaratan sudah lengkap. Berkas akan segera kami teruskan ke Direktorat Jenderal Imigrasi di Jakarta untuk penetapan resmi. Kepala Kantor Imigrasi Manokwari akan mengawal langsung proses ini agar segera terealisasi,” kata Asrul.
Asrul menegaskan, peran Imigrasi kini tidak terbatas pada fungsi pengawasan dan penegakan hukum semata, melainkan juga sebagai fasilitator pembangunan.
“Kami mendukung investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tentunya, ini berjalan beriringan dengan komitmen perusahaan terhadap kepatuhan regulasi keimigrasian yang berlaku,” tambahnya.
Komitmen Perusahaan dan Dampak Ekonomi
Pihak PT Conch West Papua Cement menyambut baik sinergi ini. Kehadiran layanan TPI dinilai akan mempermudah pengurusan dokumen tenaga kerja asing serta operasional kapal asing yang bersandar di terminal khusus perusahaan.
Beberapa poin penting dari komitmen perusahaan yaitu;
Pertama, Terkait Kepatuhan Regulasi untuk Meningkatkan pengelolaan administrasi tenaga kerja asing dan pengawasan lalu lintas orang asing di lingkungan perusahaan.
Kedua, Penyerapan Tenaga Kerja, dimana dalam pelaksnaan rekrutmen mengutamakan rekrutmen tenaga kerja lokal asal Papua Barat.
Ketiga, CSR dan Ketahanan Pangan: Melanjutkan program pemberdayaan masyarakat, termasuk pembelian hasil panen petani lokal.
Ke empat, dukungan Pembangunan: Perusahaan menyatakan siap berkolaborasi dalam program ketahanan pangan nasional di Papua Barat.
Penandatanganan ini menjadi momentum penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di tanah Papua, sekaligus memastikan bahwa kehadiran investasi asing tetap selaras dengan upaya pengawasan keimigrasian yang profesional. (jp/alb)
















