Kab ManokwariPapua BaratPemprov PBProvinsi Papua BaratSosial Budaya

Pemprov Papua Barat Utus Empat Duta Gita Bahana Nusantara Tampil pada HUT RI ke-81 di Istana Merdeka

Mereka diharapkan menjadi generasi muda yang memiliki karakter kebangsaan dan jiwa kepemimpinan.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengutus empat putra-putri terbaik daerah sebagai Duta Gita Bahana Nusantara (GBN) Tahun 2026 untuk bergabung bersama perwakilan dari seluruh Indonesia dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.

Keempat peserta tersebut dilepas secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Papua Barat, Abdul Latief Suaeri, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Papua Barat, Jafar Werfete, dalam Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat yang berlangsung di Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Senin (27/7/2026).

Foto bersama empat duta Gita Bahana Papua Barat dengan Staf Ahli Gubernur, Abdullatif dan Kadis Budpar Papua Barat, Jafar Werfete.

Empat duta yang akan mewakili Papua Barat tersebut yakni Sonyy Andrias Bomoi, Micguel Arter Imbiri, Ester Salem Tecuari, dan David Auri. Keempatnya berasal dari Kabupaten Manokwari dan berhasil lolos melalui proses seleksi yang berlangsung secara terbuka dan kompetitif.

Kepala Disbudpar Papua Barat, Jafar Werfete, mengatakan para peserta akan bergabung dengan anggota Gita Bahana Nusantara dari seluruh provinsi di Indonesia untuk mengikuti pemusatan latihan menjelang pelaksanaan Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.

“Mereka akan mengikuti pemusatan latihan sebagai persiapan mengisi paduan suara nasional pada Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka,” kata Jafar.

Menurutnya, keempat peserta dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada 1 Agustus 2026 dan akan mengikuti seluruh rangkaian latihan hingga berakhirnya peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Jafar menjelaskan, proses seleksi Gita Bahana Nusantara tahun ini dilakukan secara terbuka dengan memberikan kesempatan kepada seluruh kabupaten di Papua Barat untuk mengirimkan wakil terbaiknya. Para peserta yang lolos didominasi penyanyi dari organisasi paduan suara gereja dan perguruan tinggi yang dinilai memiliki kualitas vokal, musikalitas, disiplin, serta kemampuan tampil sesuai standar nasional.

“Tahun ini peserta berasal dari Manokwari dan sekitarnya. Pada tahun-tahun sebelumnya ada perwakilan dari Fakfak, Kaimana, dan Teluk Wondama. Namun karena bertepatan dengan pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi), peserta dari daerah-daerah tersebut tidak mengikuti seleksi,” jelasnya.

Selain mengirim empat peserta ke tingkat nasional, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga telah menyiapkan sekitar 30 penyanyi yang akan tergabung dalam Paduan Suara Gita Bahana Nusantara Provinsi Papua Barat untuk mengisi upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di tingkat provinsi.

Jafar menegaskan, pembinaan terhadap para peserta tidak berhenti setelah pelaksanaan Gita Bahana Nusantara. Mereka diharapkan menjadi generasi muda yang memiliki karakter kebangsaan, jiwa kepemimpinan, dan mampu terus berkarya melalui wadah Purna Gita Bahana Nusantara.

“Kami berharap mereka tidak hanya tampil pada peringatan Hari Kemerdekaan, tetapi terus dibina sebagai kader penerus bangsa melalui Purna Gita Bahana Nusantara sehingga dapat terus berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun bangsa,” ujarnya. 

Ia menambahkan, seleksi Gita Bahana Nusantara tahun ini berlangsung cukup ketat karena melibatkan dewan juri dari Papua Barat, juri nasional, serta pembina dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang mendampingi seluruh tahapan seleksi hingga penetapan peserta.

Melalui keikutsertaan empat duta tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap dapat memperkenalkan potensi generasi muda Papua Barat di tingkat nasional sekaligus mengharumkan nama daerah melalui prestasi di bidang seni musik, khususnya seni paduan suara.(jp/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta