Jenazah Yanto Idorway Akan Divisum dan Diautopsi, Yan Warinussy: Langkah Hukum Tetap Berjalan
Meski jenazah sudah ditemukan, namun langkah hukum tetap berlanjut.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Keluarga almarhum Yanto Idorway menegaskan bahwa proses visum dan autopsi terhadap jenazah harus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian korban, apakah murni akibat hanyut di Sungai Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, atau terdapat indikasi lain yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan.
Kuasa hukum keluarga korban, Yan Christian Warinussy, mengatakan fokus utama keluarga saat ini adalah memastikan proses pemeriksaan medis terhadap jenazah dilakukan secara menyeluruh sebelum mengambil langkah hukum lanjutan.
“Meski jenazah sudah ditemukan, tapi langkah hukum tetap berlanjut. Kami akan menunggu hasil visum dan autopsi. Kami mendesak agar visum dilakukan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan autopsi,” kata Warinussy kepada JAGATPAPUA.com, Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, visum hanya sebatas pemeriksaan luar tubuh untuk mengidentifikasi adanya luka atau tanda-tanda tertentu, sedangkan autopsi diperlukan untuk mengetahui kondisi organ-organ dalam tubuh yang dapat mengungkap penyebab kematian secara lebih komprehensif.
“Visum hanya melihat kondisi luar tubuh. Sementara autopsi diperlukan untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda tertentu pada organ-organ bagian dalam yang dapat menjelaskan penyebab kematian korban,” jelasnya.
Warinussy menegaskan, keluarga tetap berpatokan pada laporan polisi yang telah dibuat sebelumnya. Meski laporan awal berstatus orang hilang, menurutnya laporan tersebut masih berlaku dan dapat dikembangkan sesuai hasil penyelidikan.
“Laporan polisi itu belum dicabut. Jadi apabila hasil visum maupun autopsi nantinya menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan, maka kami akan menindaklanjutinya dengan membuat laporan polisi baru,” tegasnya.
Ia menambahkan, laporan tersebut nantinya akan disampaikan Polres Pegunungan Arfak karena lokasi kejadian berada dalam wilayah hukum Polres Pegaf dan Polda Papua Barat.
Pada saat diwawancarai, Warinussy mengaku baru meninggalkan rumah duka di kawasan Sowi, Manokwari, dan sedang menuju RSUD Manokwari untuk memastikan kesiapan rumah sakit dalam menerima jenazah guna menjalani proses visum sebelum autopsi dilakukan.
Keluarga berharap proses visum dan autopsi dapat dilakukan tim medis secara profesional dan menyeluruh sehingga dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat terkait penyebab meninggalnya Yanto Idorway.(jp/ask).

