Temunas II GPKAI di Mansel Habiskan Anggaran Rp2,9 Miliar, Hadirkan 605 Utusan dari 52 MD
Dukungan pendanaan itu bersimber dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, sejumlah pemerintah Kabupaten, serta para donatur.

RANSIKI, JAGATPAPUA.com – Pelaksanaan Temu Nasional (Temunas) II Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) di Kabupaten Manokwari Selatan mendapat dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, sejumlah pemerintah kabupaten, serta para donatur dan pihak lainnya.
Ketua Panitia Temunas II GPKAI, Ferdinand Waran, dalam laporannya menyampaikan bahwa total dukungan pendanaan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut mencapai Rp2,936 miliar.
-
Filep Minta Komnas Perempuan Lindungi Pengungsi Konflik Papua26 September 2026
Dukungan tersebut bersumber dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Manokwari, Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, serta sumbangan para donatur dan usaha panitia yang sifatnya tidak mengikat.
“Atas nama panitia dan Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Temunas II GPKAI ini,” kata Ferdinand saat pembukaan Temunas II GPKAI di Ransiki, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan nasional GPKAI yang mempertemukan unsur-unsur pelayanan gereja dari berbagai daerah di Indonesia.
Ferdinand juga menyampaikan selamat datang dan penghormatan kepada seluruh peserta, tamu undangan, serta jemaat yang hadir dari berbagai penjuru Tanah Air.
Ia mengatakan, GPKAI sebagai bagian dari tubuh Kristus memiliki tanggung jawab untuk terus membangun persekutuan, meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus mempersiapkan generasi gereja agar mampu menghadapi perkembangan zaman.
“Perubahan zaman, kemajuan teknologi, modernisasi, serta berbagai tantangan sosial dan kehidupan umat menuntut adanya peningkatan koordinasi, konsolidasi, dan kesatuan langkah seluruh unsur pelayanan,” ujarnya.
Menurut Ferdinand, Temunas II GPKAI menjadi momentum strategis untuk mempertemukan sekaligus memperkuat kebersamaan seluruh unsur kategorial GPKAI, mulai dari Persekutuan Kaum Bapak (PKB), Persekutuan Wanita (PW), Persekutuan Angkatan Muda Karya (PAMKA), hingga Persekutuan Anak dan Remaja (PAR).
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Temunas II GPKAI berpedoman pada hasil Persidangan Majelis Umum GPKAI ke-XII serta program kerja Majelis Umum GPKAI se-Indonesia.
Melalui forum tersebut, seluruh unsur pelayanan diharapkan dapat menyatukan visi dan langkah sehingga tercipta keselarasan, koordinasi, serta konsolidasi dalam menjalankan pelayanan gereja.
“Temu Nasional ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, menyatukan visi dan langkah, serta meningkatkan kualitas pelayanan GPKAI di seluruh Indonesia,” katanya.
Ferdinand menyebutkan, Temunas II GPKAI tahun 2026 diikuti 605 utusan yang mewakili 52 Majelis Daerah (MD) GPKAI dari seluruh Indonesia.
Kehadiran ratusan utusan tersebut sekaligus menjadikan Temunas II sebagai salah satu momentum penting bagi GPKAI untuk memperkuat hubungan antarpelayan dan unsur organisasi, serta merumuskan langkah pelayanan gereja ke depan.
Temunas II GPKAI berlangsung di Kabupaten Manokwari Selatan dan menjadi ruang persekutuan, evaluasi, konsolidasi, serta penguatan pelayanan GPKAI di tingkat nasional. (jp/fir)























