Ekonomi & BisnisHeadlineKab Pegunungan ArfakPapua BaratPemprov PBReligiSosial Budaya

Kunjungan Turis Polandia Dongkrak Ekonomi Warga Udohotma Hingga Belasan Juta

ANGGI,JAGATPAPUA.com–Kunjungan turis asal Polandia ke Kampung Persiapan Udohotma, Kabupaten Pegunungan Arfak, memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Pariwisata berbasis budaya yang dikembangkan warga terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian lokal secara nyata dan inklusif.

Selain membeli delapan paket wisata budaya dengan total nilai mencapai Rp50 juta, para wisatawan mancanegara tersebut juga memborong berbagai hasil pertanian dan kerajinan tangan masyarakat Udohotma dengan nilai tambahan mencapai belasan juta rupiah.

Ketua AMIN Pegaf, Barto Inden, mengungkapkan bahwa produk lokal yang diminati wisatawan cukup beragam. Mulai dari hasil pertanian hingga kerajinan khas masyarakat adat Arfak.

“Hasil pertanian yang dibeli berupa berbagai jenis buah-buahan lokal. Sementara kerajinan yang diminati antara lain tas noken, kalung manik-manik, mahkota adat, pakaian adat, alat musik tradisional, hingga kopi Arabika Anggi,” ujar Barto.

Ia menjelaskan, jika dihitung secara keseluruhan, total belanja wisatawan untuk produk lokal di luar paket wisata budaya mencapai sekitar Rp13 juta. Angka tersebut, menurutnya, menjadi bukti kuat bahwa pariwisata budaya mampu menciptakan multiplier effect yang langsung dirasakan masyarakat.

“Ini belum termasuk Rp50 juta dari pembelian paket wisata budaya. Artinya, manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat secara langsung,” jelasnya.

Lebih jauh, Barto menilai pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dan penguatan identitas adat dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dampak ekonomi tersebut dirasakan oleh seluruh lapisan warga, mulai dari generasi muda hingga warga lanjut usia yang tetap produktif.

“Semua ikut merasakan manfaat. Anak muda, orang tua, mama-mama yang menjual hasil kebun dan kerajinan, semuanya mendapat berkah dari kunjungan wisatawan,” tambahnya.

Di sisi lain, sektor pariwisata juga membuka ruang kreativitas bagi generasi muda Kampung Udohotma untuk terus menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan tradisi leluhur kepada dunia luar.

Ia berharap, tingginya apresiasi dari wisatawan mancanegara maupun domestik dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk terus merawat budaya sebagai aset utama pembangunan pariwisata berkelanjutan di Pegunungan Arfak.

“Budaya bukan hanya identitas, tapi juga sumber kehidupan bagi masyarakat jika dikelola dengan baik,” pungkasnya.(jp/red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta