13 Potongan Tubuh Ditemukan, Tim Gabungan Fokus Pencarian Tiga Korban Ledakan di Biak
Sebanyak 19 warga mengalami luka-luka, dengan dua orang di antaranya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Biak.

BIAK, JAGATPAPUA.com – Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, dan instansi terkait masih terus melakukan pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan pasca ledakan bom yang diduga berasal dari amunisi sisa Perang Dunia II di Kampung Yenures, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Dalam konferensi pers yang digelar Senin (1/6/2026) tadi malam, Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengungkapkan bahwa hingga saat ini tim telah menemukan sebanyak 13 potongan tubuh manusia yang diduga berasal dari tiga korban yang masih dinyatakan hilang.
“Potongan tubuh yang ditemukan telah diserahkan kepada Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polda Papua dan pihak RSUD Biak untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut,” ujar Kapolres.
Berdasarkan data sementara, sebanyak lima korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorido pada Senin siang. Sementara itu, tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Kapolres menjelaskan, jumlah korban meninggal dunia akibat peristiwa tragis tersebut tercatat sebanyak delapan orang. Selain itu, sebanyak 19 warga mengalami luka-luka, dengan dua orang di antaranya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Biak.
“Korban luka sebagian besar sudah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing, sementara dua korban masih dirawat,” katanya.
Dampak ledakan tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memaksa puluhan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Tercatat sebanyak 56 warga mengungsi, terdiri atas 13 balita dan 43 orang dewasa.
Sementara itu, kerusakan material yang ditimbulkan cukup signifikan. Data sementara menunjukkan sedikitnya sembilan rumah mengalami kerusakan berat, dengan empat unit di antaranya hancur total akibat ledakan. Selain itu, tiga bangunan lainnya mengalami kerusakan ringan, termasuk satu bangunan gereja.
Untuk mempercepat proses pencarian dan penanganan pasca kejadian, Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Papua yang berjumlah 11 personel telah tiba di Biak. Dalam waktu dekat, tim tersebut akan diperkuat lima personel tambahan, termasuk personel Inafis dan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Papua.
Kapolres menegaskan bahwa operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Selasa (2/6/2026) dengan fokus penyisiran di wilayah ring dua, terutama pada area perairan dan pesisir pantai yang diduga menjadi lokasi jatuhnya bagian tubuh korban akibat kuatnya daya ledak.
“Kami akan melanjutkan pencarian bersama seluruh unsur yang terlibat. Fokus pencarian berada di area perairan dan pantai untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi,” ujarnya.
Dugaan sementara, ledakan berasal dari amunisi peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan warga. Namun demikian, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh aparat kepolisian dan tim penjinak bom untuk memastikan jenis serta sumber bahan peledak yang menyebabkan tragedi tersebut.
Peristiwa ini menjadi salah satu insiden ledakan paling mematikan dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat setempat.(jp/fir).
























