Peringati HAN 2026, Sembilan Anak Binaan LPKA Manokwari Kantongi Remisi
Menyusul, prosesi sungkeman bersama orang tua.
MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 membawa angin segar bagi warga binaan pemasyarakatan. Sebanyak sembilan anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Manokwari secara resmi mendapatkan pengurangan masa menjalani pidana atau remisi.
Kepala LPKA Kelas II Manokwari, Lince, menerangkan bahwa seluruh penerima remisi tersebut telah melewati proses verifikasi ketat serta dinilai telah memenuhi kriteria administratif maupun substantif.
“Dari yang memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi anak ada sembilan orang dan semuanya memperoleh remisi selama satu bulan,” ujar Lince saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/26).
Berdasarkan catatan pihak LPKA, total populasi penghuni saat ini berjumlah 16 orang. Rinciannya terdiri dari 14 anak binaan, dua orang berstatus dewasa, serta dua orang lainnya masih berjalannya proses tahanan. Para anak binaan ini merupakan titipan dari berbagai kabupaten di Provinsi Papua Barat dengan dominasi perkara perlindungan anak.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan HAN di lingkungan LPKA Manokwari dirangkai dengan berbagai agenda pembinaan yang lebih humanis. Selain pengumuman remisi dan pembagian hadiah dari perlombaan antaranak binaan, pihak pengelola turut menjadwalkan prosesi sungkeman bersama orang tua. Agenda ini dihadirkan khusus untuk mempererat ikatan batin sekaligus mendukung pemulihan mental dan karakter mereka.
“Besok ada beberapa rangkaian kegiatan, termasuk pemberian remisi anak, sungkeman kepada orang tua, dan kegiatan lainnya dalam rangka Hari Anak Nasional,” imbuh Lince.
Di sisi lain, selain sembilan anak binaan yang menerima hak remisi khusus HAN, tercatat pula dua warga binaan dewasa yang turut mendapatkan hak penyesuaian masa tahanan serupa sesuai aturan hukum yang berlaku.
Pihak LPKA berharap, apresiasi berupa remisi serta rangkaian program pembinaan holistik ini mampu membakar semangat anak-anak binaan untuk terus instrospeksi diri. Dengan demikian, mereka siap menatap masa depan yang lebih baik serta dapat diterima kembali secara positif oleh lingkungan keluarga maupun masyarakat luas setelah bebas nanti.(jp/alb)
















