LPS Perkuat Sinergi dengan Media, Edukasi Literasi Keuangan di Papua Barat
Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 2,10 juta rekening atau 99,97 persen rekening nasabah bank di Papua Barat dijamin penuh oleh LPS.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat sinergi dengan insan media di Papua Barat sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap industri perbankan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui LPS Media Meet Up Papua Barat 2026 yang digelar Kantor Perwakilan LPS III di Manokwari, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini menjadi Media Meet Up perdana yang diselenggarakan LPS di Manokwari.
Kegiatan tersebut juga menjadi langkah strategis LPS untuk memperluas edukasi mengenai fungsi dan peran LPS, khususnya terkait penjaminan simpanan, serta mendorong pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan stabilitas sistem keuangan.
Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Fuad Zaen, menyampaikan apresiasi kepada insan media di Papua Barat yang hadir dan berharap media dapat menjadi mitra strategis LPS dalam menyebarluaskan informasi yang edukatif dan mudah dipahami masyarakat.
“Di tengah derasnya arus informasi, jurnalisme yang berkualitas sangat penting, khususnya dalam isu perbankan, karena kepercayaan publik merupakan fondasi stabilitas sistem keuangan. Melalui pemberitaan yang akurat, edukatif, berimbang, dan mudah dipahami, rekan-rekan media dapat turut membantu meningkatkan literasi keuangan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat di Papua Barat terhadap industri perbankan,” kata Fuad.
LPS merupakan lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
LPS memiliki fungsi menjamin simpanan nasabah perbankan, melaksanakan resolusi bank, serta turut aktif memelihara stabilitas sistem keuangan. Selain itu, LPS juga akan menjalankan Program Penjaminan Polis yang dijadwalkan mulai tahun 2028.
Cakupan Penjaminan Simpanan di Papua Barat Capai 99,97 Persen
Dalam paparannya, Staf Edukasi, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Kelembagaan Kantor Perwakilan LPS III, Yuke Fatihaturrahmah, mengungkapkan bahwa hingga 31 Juli 2026, sebanyak 2,10 juta rekening atau 99,97 persen rekening nasabah bank di Papua Barat dijamin penuh oleh LPS.
Angka tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan cakupan penjaminan secara nasional yang mencapai 99,95 persen.
Yuke menjelaskan, LPS menjamin simpanan nasabah hingga Rp2 miliar per nasabah pada setiap bank. Namun, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi agar simpanan nasabah dapat dinyatakan layak dibayar.
Persyaratan tersebut dikenal dengan Syarat 3T, yakni simpanan nasabah tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga yang diterima nasabah tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS, serta nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank atau melanggar hukum.
“LPS menjamin simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Namun, masyarakat juga perlu memperhatikan kriteria simpanan layak bayar atau Syarat 3T,” jelas Yuke.
Dorong UMKM Tertib Kelola Keuangan dan Manfaatkan Digitalisasi
Tidak hanya membahas penjaminan simpanan, LPS Media Meet Up Papua Barat 2026 juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman mengenai pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam sesi bertajuk “Membangun UMKM dengan Berani, Tertib, dan Digital”, LPS menghadirkan Umroh, pengurus organisasi Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Manokwari sekaligus pelaku UMKM melalui usaha Rumah Sprei Manokwari.
Dalam sharing session tersebut, Umroh membagikan pengalamannya membangun usaha, mulai dari keberanian untuk memulai, mengelola keuangan secara tertib, hingga memanfaatkan kanal digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Ia menekankan pentingnya pencatatan pemasukan dan pengeluaran, memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi, serta melakukan evaluasi keuntungan secara rutin.
“Usaha yang bagus bukan hanya yang ramai pembeli, tetapi yang pemiliknya tahu persis berapa untung dan ruginya setiap bulan, sehingga harus disiplin melakukan pencatatan keuangan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, LPS berharap kolaborasi dengan insan media dapat semakin memperluas jangkauan informasi mengenai penjaminan simpanan dan literasi keuangan kepada masyarakat Papua Barat.
Peningkatan pemahaman masyarakat diharapkan tidak hanya memperkuat kepercayaan terhadap industri perbankan, tetapi juga turut mendukung terjaganya stabilitas sistem keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(jp/rls).


















