Kab Manokwari SelatanPolda Papua BaratPolriProvinsi Papua Barat

Kapolda Papua Barat Dorong Penanganan Karhutla Gunung Botak Lebih Terpadu

Upaya pencegahan melalui patroli, pemantauan kawasan rawan, serta edukasi kepada masyarakat harus berjalan beriringan dengan proses pemadaman.

RANSIKI, JAGATPAPUA.COM — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) mendapat perhatian serius dari Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat. Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., turun langsung meninjau lokasi kebakaran di kawasan Gunung Botak, Dusun Siep, Kampung Yekwandi, Distrik Momiwaren, Selasa (25/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan yang terdampak kebakaran sekaligus memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan secara terpadu melalui koordinasi lintas instansi.

Kawasan Gunung Botak yang menjadi salah satu titik utama Karhutla di Mansel memiliki luasan sekitar 2.196 hektare. Dari luasan tersebut, diperkirakan sekitar 40 persen telah terdampak kebakaran.

Kondisi tersebut semakin mendapat perhatian karena wilayah Mansel saat ini menghadapi musim kemarau dengan potensi ancaman Karhutla yang cukup tinggi. Faktor cuaca kering dan potensi pengaruh El Nino dinilai dapat memperluas sebaran api apabila tidak ditangani secara cepat dan terkoordinasi.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Papua Barat menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan keterlibatan bersama antara Polri, TNI, BPBD, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah daerah, pemerintah kampung hingga masyarakat.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Semua elemen harus bersinergi. Mulai dari pemantauan titik panas, patroli bersama, edukasi kepada masyarakat, hingga upaya pemadaman di lapangan harus saling mendukung,” kata Alfred dalam sesi diskusi di lokasi Gunung Pramuka, Distrik Momiwaren.

Menurutnya, sinergi tersebut penting bukan hanya untuk mempercepat penanganan titik api, tetapi juga mencegah munculnya titik kebakaran baru. Upaya pencegahan melalui patroli, pemantauan kawasan rawan, serta edukasi kepada masyarakat harus berjalan beriringan dengan proses pemadaman.

Kapolres Manokwari Selatan AKBP Marzel Doni, S.I.K., M.H., menyambut baik perhatian dan arahan Kapolda Papua Barat tersebut. Ia mengatakan, jajaran Polres Mansel bersama Kompi II Brimob Mansel selama ini terus melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadi kebakaran.

“Kami terus memperkuat patroli dan pemantauan titik api setiap hari. Sinergi dengan Dandim, BPBD, Dinas Kehutanan, dan pemerintah kampung sudah berjalan. Namun, tantangan medan yang berat dan luasnya area yang terbakar membuat kami tetap membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang lebih memadai,” jelas Marzel.

Keterbatasan sarana dan prasarana pemadaman menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan Karhutla di kawasan tersebut. Sebelumnya, Plt. Kepala BPBD Manokwari Selatan Ahmad Amir menyampaikan bahwa kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan membuat proses pemadaman membutuhkan dukungan peralatan dan sumber daya yang lebih memadai.

Karhutla di kawasan Gunung Botak juga menjadi tantangan tersendiri karena api berada di kawasan hutan dengan kondisi medan yang tidak mudah diakses. Situasi tersebut membuat pemantauan dan penanganan membutuhkan strategi khusus serta koordinasi antarpersonel di lapangan.

Selain meninjau lokasi kebakaran, rangkaian kegiatan Kapolda Papua Barat di Mansel juga diisi dengan apel konsolidasi personel Polres Manokwari Selatan dan Brimob Kompi II Mansel. Apel yang dipimpin Kabag Ops Polres Mansel tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dalam mendukung penanganan Karhutla.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan sebelumnya telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/430/VIII/2026 tentang Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 serta Antisipasi Potensi El Nino 2027.

Surat edaran tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan, pencegahan, serta penanganan Karhutla di wilayah Mansel.

Dengan semakin diperkuatnya koordinasi lintas instansi, penanganan Karhutla di Gunung Botak diharapkan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup pencegahan, pemantauan titik rawan, patroli terpadu, serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Polda Papua Barat bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait diharapkan dapat memastikan langkah penanganan dilakukan secara berkelanjutan, mengingat luasnya kawasan terdampak dan potensi munculnya kembali titik api selama musim kemarau. (jp/fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta